Lubukbasung, kaba12.com — Tradisi barantam, kegiatan pemotongan sapi bersama menjelang hari raya Idul Fitri 1439 hijriah dipertahankan komunitas alumni SMPN 1-SMAN 1 Lubukbasung yang tergabung dalam komunitas Bintang Saiyo (BISA) 92.
Rabu, (13/6), pemotongan sapi bersama digelar BISA 92 di kompleks bengkel cat Is Atok, Pincuran 7 Lubukbasung yang dihadiri puluhan anggota BISA 92.
Pemotongan sapi bersama BISA 92 itu sendiri merupakan salah satu agenda kebersamaan dan diprogramkan komunitas alumni tersebut setelah sebelumnya menggelar acara buka puasa bersama kaum dhuafa di panti asuhan putra Muhammadiyah Lubukbasung.
Menurut Musmulyadi, ketua BISA 92 menjawab kaba12.com, kegiatan barantam mambantai sapi bersama BISA 92 menjelang lebaran tersebut merupakan agenda khusus silaturrahmi yang sudah dirancang sejak lama.
Agenda barantam yang diikuti para anggota BISA 92 dan komponen masyarakat lain tersebut untuk tahun ini, berhasil memotong 1 ekor sapi dengan harga 1 onggok daging Rp. 400.000.
Musmulyadi yang didampingi Musdalifa, Eka Basmira, Afrianto Chandra, Is Atok, Irma dan Pepi, nenyebutkan kegiatan barantam itu, justru lebih mengedepankan semangat kebersamaan dan silaturrahmi antar sesama anggota BISA 92 yang selama eksis di berbagai kegiatan.
Program itu sendiri, ulas Eka Basmira, juga sebagai bagian dari komitmen BISA 92 untuk selalu mempertahankan tradisi di ranah Minang,” tradisi barantam merupakan warisan kebersamaan di Minangkabau menjelang Ramadhan, kami mencoba mempertahankan hal itu” ulasnya.
Acara barantam daging jelang lebaran di Lubukbasung sendiri, sudah dimulai H-2 jelang lebaran, dimana di beberapa lokasi sudah melakukan pemotongan sapi pedagang.
(Harmen)
