TPQ Baiturahmah Simpang IV Mato Aia Gelar Khatam – Wisuda Santri

Lubukbasung, kaba12.com — Sebanyak 23 santri Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) Baiturahmah Simpang IV Mato Aia, kecamatan Lubuk Basung, ikuti khatam Al-Qur’an, Minggu (8/4).

Acara yang dibuka kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Lubuk Basung, diwakili Penghulu Nasiadi Harianto ,dihadiri pengurus masjid Baiturahmah Simpang IV Mato Aia Hasbi Sikumbang, huru TPQ, orang tua santri, dan masyarakat sekitar. Nasiadi Harianto mengungkapkan selain khatam 23 santri, dalam acara tersebut juga digelar wisuda 27 santri yang menyelesaikan pembacaan Iqra’ dan naik ke Al-Qur’an yang ditandai dengan pemindahan toga dan pengalungan piagam yang dilakukan oleh pengurus masjid Hasbi Sikumbang.

” Ini istimewa, karena jarangTPQ menggelar khatam dan wisuda secara bersamaan, yang besar manfaatnya bagi santri, disamping menjadi motivasi bagi adik-adik mereka yang masih Iqra’, juga pendorong seluruh santri untuk lebih giat belajar Al-Qur’an,”ujarnya.

Menurutnya, khatam dan wisuda ini menjadi pendukung gerakan nagari madani yang dicanangkan Pemkab. Agam, agar mampu mengatasi generasi muda dari buta baca tulis Al-Qur’an.

Diharapkan, usai khatam santri terus belajar dan menghafal Al-Qur’an, serta memahami isi kandungannya.

“Kontrol orang tua dari santri juga diharapkan untuk terus memotivasi anaknya, terutama dalam belajar Al-Qur’an dan kegiatan keagamaan lainnya, karena dengan tantangan zaman yang hebat saat ini menjadi pengaruh besar. ”ungkapnya.

Sementara itu, ketua pelaksana khatam dan wisuda Ernawati mengatakan santri yang dikhatam sebanyak 23 orang dan wisuda 27 orang, dari 198 santri yang ada di TPQ itu.

Ernawati mengharapkan, orang tua santri ikut memotivasi anaknya belajar mengaji, dan mengevaluasi pelajaran anaknya di rumah, karena untuk belajar mengaji tidak bisa hanya mengandalkan di TPQ, tetapi juga butuh bimbingan orang tua di rumah.

“Saat ini, TPQ Simpang IV Mato Aia telah menggelar kegiatan khatam bersamaan dengan wisuda. Dan kita melaksanakan khatam membaca Al-Qur’an secara diacak, walaupun tidak berirama tetapi bisa membacanya dengan baik sesuai aturan pelaksanaan khatam, jelas bacaan dan tajwidnya, dengan syarat wajib membaca Al-Qur’an dirumah yang dikontrol melalui buku catatan yang diberikan sebelumnya dan ditandatangani orang tua santri,” ujarnya.

(virgo/*)

0Shares