Lubukbasung,kaba12 — Total korban keracunan yang terjadi di wilayah Kecamatan Lubukbasung hingga Kamis, (2/10) pagi sudah mencapai 110o orang. Mayoritas korban yang sebelumnya ditangani secara intensif di 4 fasilitas kesehatan masing-masing Puskesmas Manggopoh, RSUD Lubukbasung, Puskesmas Lubukbasung dan RSIA Rizky Bunda, sudah dinyatakan pulih dan sudah kembali pulang ke rumah masing-masing.
Penambahan jumlah korban terdampak, setelah hingga Rabu malam, total warga terdampak mencapai 82 orang, dimana update Kamis pagi ada penambahan 11 pasien baru di Puskesmas Manggopoh, masing-masing 3 orang masih menjalani observasi dan 8 orang sudah boleh pulang, juga di RSUD Lubukbasung, ada penambahan 13 orang pasien baru, masing-masing 9 orang masih menjalani observasi dan 4 orang sudah boleh pulang.

Saat ini, proses penanganan secara maksimal terus dilakukan jajaran terkait Pemkab.Agam, terutama Satgas Pemkab. Agam, terutama di 4 fasilitas kecamatan yang menangani kasus keracunan makanan yang diduga berasal dari nasi goreng yang diproduksi oleh dapur SPPG Kampuang Tangah, Lubukbasung, Rabu siang kemarin.
Sementara, Sekab,Agam Dr. M.Lutfie,AR, MSi didampingi Kepala Badan Kesbangpol Agam Bambang Warsito, Direktur RSUD Lubukbasung dr.Riko Krisman,Sp,An dan para pejabat daerah lain, kembali mendatangi para pasien yang masih dirawat di RSUD Lubukbasung, untuk memastikan kondisi terkini di fasilitas kesehatan yang menangani para korban sejak Rabu sore kemarin.

Seperti dijelaskan dr.H.Hendri Rusdian, M,Kes, menjawab kaba12, data korban terdampak kasus keracunan yang diduga mengkonsumsi menu nasi goreng MBG dari dari SPPG Kampuang Tangah tersebut, mencapai 110 orang, dengan penambahan jumlah data hingga Kamis siang.
Dijelaskan, data terakhir yang dihimpun Satgas Pemkab.Agam, kasus tertinggi ditangani Puskesmas Manggopoh yang sebagian pasien dirujuk ke RSUD Lubukbasung, termasuk ke Puskesmas Lubukbasung, karena tidak lagi bisa menampung jumlah korban yang melonjak tajam dalam waktu relative singkat hingga Rabu malam.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam itu meyakinkan, sesuai instruksi Bupati Agam dan sesuai penetapan status KLB Keracunan Makanan yang diberlakukan, pihaknya bersama Satgas akan berupaya maksimal melakukan berbagai upaya untuk menangani dan mengatasi kasus yang terjadi, “kita akan terus memantau proses penanganan secara maksimal, sampai seluruh warga terdampak betul-betul pulih dan bisa beraktivitas dengan baik, “tegas Hendri Rusdian.

Disisi lain, Kadinas Kesehatan Agam itu, menegaskan pihaknya sudah menurunkan seluruh petugas kesehatan yang ada di wilayah kecamatan Lubukbasung untuk melakukan tracking dan penanganan di lapangan, dan mendorong proses penanganan medis di fasiitas kesehatan yang ada, “Pemkab.Agam, sesuai instruksi Bupati dan status KLB yang ditetapkan, pemerintah sepenuhnya menanggungjawab pembiayaan warga terdampak, “tegasnya lagi.
Sementara, informasi yang diperoleh kaba12, unsur terkait di Pemkab.Agam,sejak Rabu malam, sudah turun untuk penanganan dampak keracunan yang merupakan kasus keracunan MBG pertama di Sumatera Barat itu.
(HARMEN)
