Lubukbasung, KABA12.com — Wajah bahagia tampak dari muka Harmi Diandri pemuda asal Kurao Jorong Pasardurian, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubukbasung setelah memasang kaki palsu yang telah diberikan BAZNAS Agam, Rabu (19/09).
Pemuda kelahiran 23 tahun silam itu akhirnya bisa menapakkan kedua kakinya tanpa bantuan tongkat penyangga lagi. Meski itu hanyalah kaki palsu, namun ia sangat bangga, bahagia dan berterimakasih kepada para muzakki, masyarakat Kabupaten Agam atas zakat yang disalurkan melalui BAZNAS Agam, hingga dirinya mendapat bantuan kaki palsu dan bisa merasakan berjalan dengan dua kaki.
Rasa bahagia juga tampak dari orangtua pemuda yang akrab disapa Domi itu. Ayahnya, Mizir Kifli sangat bersyukur atas bantuan kaki palsu dari Program BAZNAS Agam Peduli, akhirnya kaki kanan putra sulungnya yang diamputasi sejak Domi masih sekolah TK pada tahun 2000 kini kembali, meski berbentuk sambungan kaki palsu.
“Alhamdulillah anak saya kembali mempunyai kaki, meskipun kaki palsu,” ungkapnya senang.
Menurutnya, putra sulungnya itu merupakan sosok pekerja keras dan tidak kenal putus asa. Hal itu dibuktikan Domi dengan tetap melanjutkan pendidikannya hingga tamat dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Teknologi Bundo Kanduang jurusan teknik komputer jaringan. Tidak hanya itu, Domi juga tidak sungkan membantu orangtuanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Walaupun kehilangan 1 kaki, Domi punya semangat yang tinggi untuk kebutuhan sehari-hari. Setiap hari Domi berkebun sayur, dia menggarap tanah warisan tua ibunya, kadang orang merasa bangga melihat Domi, saat memanggul sekarung timun dengan satu kaki. Namun saat ini anak kami sudah terlihat riang dan tambah semangat setelah mendapatkan bantuan dari BAZNAS Agam,” ujar Ayah handa Domi.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Agam melalui Gustiar, petugas yang mendampingi Domi memesankan kaki palsu mengatakan, dana yang disalurkan itu berdasarkan permohonan yang diusulkan Domi kepada BAZNAS Agam beberapa waktu lalu.
“Harga pembuatan kaki palsu sebesar Rp 16 juta, 15 juta dibayarkan BAZNAS Agam dan 1 juta sisanya ditambah oleh Domi dari uang hasil tabungannya. Kita berharap kaki palsu ini bisa membantu Domi untuk melakukan aktifitasnya sehari-hari,” sebut Gustiar.
Ia menghimbau dan mengajak masyarakat Agam yang ingin menyalurkan zakat, infak dan sedekahnya dapat melalui BAZNAS Kabupaten Agam. Karena BAZNAS merupakan amil yang akan mendistribusikan zakat muzakki kepada mustahiq sesuai dengan ajaran agama islam, melalui program Agam Cerdas, Sehat, Makmur, Taqwa dan Peduli.
(Jaswit)
