Muko-Muko, kaba12 — Dijadualkan Minggu,(23/7) operasional dapur umum untuk mendukung penanganan pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi Jumat, (14/7) lalu di wilayah Nagari Koto Malintang, Nagari Tanjung Sani dan Nagari Sungai Batang akan dihentikan.
Pasalnya, pasca berhasil dibukanya akses jalan darah ruas jalan salingka danau Maninjau mulai dari Muko-Muko sampai Sungai Batang, dan lancarnya distribusi bantuan dan logistic untuk kebutuhan warga terdampak bencana Kamis, (20/7), kebutuhan akan dukungan konsumsi (makanan masak) relative turun.

Bahkan terakhir Jumat,(21/7) pasokan nasi bungkus dan kebutuhan makan untuk warga terdampak di berbagai jorong yang di kawasan yang sempat terisolasi akibat tumpukan material longsor di berbagai titik, turun drastis sampai 80 persen.
“ Hari ini, kita memasak hanya untuk 250-an bungkus, padahal sebelumnya bisa mencapai 1.000 bungkus untuk sekali makan. Di berbagai lokasi, wali jorong juga sudah meminta penghentian pasokan nasi bungkus dari posko utama,“ ungkap Feri Dunda, Kasi.Kebencanaan Dinsos Agam.
Menyikapi kondisi itu, sesuai hasil diskusi dengan unsur pimpinan posko utama penanganan pasca bencana kabupaten Agam di Muko-Muko, disepakati operasional dapur umum akan dihentikan mulai Minggu, (23/7) lusa.

“ Sesuai laporan di lapangan, dan hasil evaluasi kita, untuk operasional dapur umum sudah bisa dihentikan, mengingat distribusi bantuan dan pasokan logistic untuk warga terdampak bencana sudah normal,menjelang berakhirnya masa tanggap darurat bencana tanggal 27 Juli mendatang, “sebut Rahman, Asisten I Sekab.Agam,selaku koordintor posko utama penanganan pasca bencana kabupaten Agam.

Informasi yang diperoleh kaba12, dapur umum yang dimotori tim Tagana Kabupaten Agam dipimpin Gusmal Dt.Jangguik Ameh, sudah beroperasi sejak pemberlakuan kondisi tanggap darurat bencana banjir bandang-tanah longsor Sabtu,(15/7) pekan lalu, sudah berupaya maksimal bersama seluruh personil, memenuhi kebutuhan nasi bungkus untuk kebutuhan 2 kali sehari, bahkan dipasok ke seluruh posko penyangga dan rumah-rumah warga terdampak, melalui jalur danau Maninjau menggunakan speedboat.
-HARMEN-
