Lubukbasung, KABA12.com — Insiden kecelakaan pesawat Lion Air JT 610, Senin (29/10) pagi, membuat warganet membanjiri linimasa dengan ucapan duka, dan tagar #JT610 saat ini pun menjadi trending topic di Indonesia.
Rasa duka menyelimuti Ilmu Komunikasi Universitas Andalas (IKOM Unand), pasalnya satu diantara 189 orang penumpang pesawat naas itu merupakan alumni dari kampus ternama tersebut, yaitunya Tami Julian (25) warga Jorong Aia Randah, Nagari Gaduik, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten 50 Kota.
Tami Julian diketahui merupakan alumni Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Andalas angkatan tahun 2011.
Saat ini Tami bekerja sebagai Staf Sale and Outlest Operation Iner PT. Telkomsel Pangkalpinang.
Salah seorang teman korban, Luthfi pada KABA12.com mengaku kaget dan sedih mendengar kabar itu.
Diungkapkan, Minggu, (28/10), tepat sehari sebelum kejadian tersebut dia melihat postingan Tami mengikuti event Jakarta Marathon.
“Aku tahu Tami lagi di Jakarta, karena Tami posting ikut Jakarta Marathon hari Minggu kemaren. Terus tadi pagi pas buka handphone aku baca ada berita pesawat rute Jakarta – Pangkalpinang yang jatuh, aku langsung berdetak ke Tami, karena Tami selalu balik ke Pangkalpinang itu Senin pagi, biar dari bandara bisa langsung ke kantor. Jadi aku buka beritanya buat pastikan jam penerbangannya, ternyata penerbangan pagi, aku langsung shock dan takut, aku coba wa Tami, tapi tidak masuk, ditelpon tidak aktif-aktif, berarti posisinya masih di pesawat, karena HP Tami jarang tidak aktif. Aku langsung telpon Ucy buat memastikan kondisi Tami, karena Ucy di Jakarta, kemungkinan Ucy bertemu dengan Tami. Ternyata Ucy langsung memberitahu kalau itu memang pesawatnya Tami,” ungkap Luthfi saat dikonfirmasi KABA12.com via whatsaap dari Lubukbasung.
Bahkan, Tami alumnus IKOM Unand yang lulus dengan predikat sangat memuaskan itu sering mensuport dirinya untuk bangkit dan maju menjalani kehidupan.
“Kita jarang komunikasi, cuma sesekali kita komunikasi via telpon itu bisa sampai empat jam lebih. Begitu juga kalau sudah nongkrong bisa bercerita panjang dengan waktu yang lama,” tambahnya.
Sementara soal keluarga korban (Tami-red), disebut Luthfi sudah mengetahui peristiwa tersebut.
“Orangtua Tami bertolak ke Jakarta sore tadi, hingga kini belum ada info tentang Tami, semoga Allah melindungi Tami dan keajaiban terjadi untuk Tami dan penumpang pesawat lainnya,” harap Luthfi.
Sebelumnya, pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 rute Cengkareng – Pangkalpinang mengalami kecelakaan 13 menit setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (29/10) pukul 06.20 WIB. Pesawat dengan personal on board sebanyak 189 orang itu jatuh di kawasan Perairan Karawang.
Seperti yang telah direlease pihak Lion Air, pesawat naas dengan regitrasi PK-LQP jenis Boieng 737 MAX 8 itu diproduksi tahun 2018 dan baru dioperasikan oleh Lion Air sejak 15 Agustus 2018.
Pilot pesawat Capt. Bhavye Suneja dengan copilot Harvino bersama enam awak kabin atas nama Shintia Melina, Citra Noivita Anggelia, Alviani Hidayatul Solikha, Damayanti Simarmata, Mery Yulianda, dan Deny Maula. Kapten pilot sudah memiliki jam terbang lebih dari 6.000 jam terbang dan copilot telah mempunyai jam terbang lebih dari 5.000 jam terbang.
(Jaswit)
