“Ada 7 laporan yang disajikan dalam laporan keuangan Pemkab. Agam tahun anggaran 2016. Itu yang diperiksa BPK, sejak Januari lalu. Kewajaran dan ketepatan kita menyajikan laporan itu yang dinilai,” sebutnya.
Ia memaparkan dalam hal laporan realisasi anggaran yang menggambarkan ikhtisar sumber dana, alokasi dan pemakaian sumber daya ekonomi yang dikelola pemerintah kabupaten Agam, serta menggambarkan perbandingan antara anggaran dan realisasi tahun anggaran 2016, yang mencakup unsur pendapatan Rp 1,3 triliun, belanja dan pembiayaan selama periode 1 Januari 2016 sampai dengan 31 Desember 2016.
Laporan perubahan saldo anggaran lebih menyajikan informasi kenaikan atau penurunan SAL tahun pelaporan dengan tahun sebelumnya, yang terdiri dari SAL awal Rp 128 miliar, penggunaan SAL tahun berjalan, silpa Rp 87 miliar dan SAL akhir.
Sementara Neraca menggambarkan posisi keuangan pemerintah kabupaten Agam mengenai aset, kewajiban dan ekuitas dana per 31 Desember 2016. Sedangkan Laporan operasional menggambarkan informasi mengenai seluruh kegiatan operasional keuangan pemerintah daerah yang tercermin dalam pendapatan LO, beban surplus/defisit operasional selama periode 1 Januari 2016 sampai dengan 31 Desember 2016.
Lalu laporan arus kas yang menggambarkan informasi mengenai sumber penggunaan, perubahan kas dan setara kas serta saldo kas dan setara kas selama satu periode operasi, aktivitas investasi, aktivitas pembiayaan dan aktivitas non anggaran.
Kemudian laporan perubahan ekuitas yang menyajikan informasi mengenai perubahan ekuitas yang tediri dari ekuitas awal, surplus/defisit-LO, dampak akumulatif perubahan kebijakan dan ekuitas akhir.
Terakhir catatan atas laporan keuangan yang menguraikan maksud dan tujuan penyusunan laporan keuanagn, landasan hukum penyusunan laporan keuangan, sistematika penulisan, ekonomi makro, kebijakan keuangan dan pencapaian target kinerja APBD. CaLK juga menyajikan ikhtisarpencapaian kinerja keuangan dan kebijakan akuntansi. Selain itu juga menyajikan informasi penting dan kewajiban kontijensi yang mempengaruhi laporan keuangan serta penjelasan informasi non keuangan.
“Sudah tiga kali kita menerima predikat opini WTP, namun dari tahun ketahunnya meningkat hingga tidak ada catatan,” tutupnya.
(Jaswit)