Bawan, kaba12 — Suhu politik di wilayah Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari menghangat, menyusul munculnya rencana pelantikan pengurus Kerapatan Adat Nagari (KAN) baru yang disebut-sebut sebagai tandingan pengurus KAN yang sah dan sudah dikukuhkan sebelumnya di balai adat Nagari Bawan, beberapa waktu lalu.
Bahkan, kalangan ninik mamak bersama anak kemekanan sejak sepekan terakhir bereaksi keras terkait rencana pelantikan pengurus KAN tandingan tersebut, yang disebut-sebut mendapat dukungan dari ketua LKAAM Sumbar H.Fauzi Bahar.

Informasi yang diperoleh kaba12, pelantikan pengurus KAN tandingan itu akan digelar Jumat, (14/4) besok yang lokasinya masih belum diperoleh kepastiannya karena sebelumnya, rombongan KAN tandingan itu berniat akan dikukuhkan di kantor KAN Bawan, namun mendapat penolakan, bahkan pagar, pintu dan akses masuk ke lokasi itu sudah dipagar dengan truk, dipalang bahkan pintu masuk digembok.

Bahkan, Kamis sore tadi, kalangan ninik mamak bersama anak kemenakan dari jajaran pengurus KAN Bawan yang sudah dikukuhkan dengan penasehat A.Dt.Kando dengan ketua Aprianto Dt.Tan Majolelo, sudah menyatakan sikap menolak rencana pengukuhan tersebut, bahkan menolak kehadiran Fauzi Bahar, selaku ketua LKAAM Sumbar di Bawan.
Pernyataan keras itu ditegaskan A.Dt.Kando, penasehat KAN Bawan kepada kaba12 yang menyebut, pihaknya sudah sejak awal bereaksi keras menolak keberadaan KAN tandingan yang ternyata mendapat dukungan dari LKAAM Agam Sumbar tersebut.
Padahal terkait hal itu, pihaknya bersama pengurus KAN Bawan yang baru dibawah kepemimpinan A.Dt.Tan Majo Lelo sudah mendatangi langsung Fauzi Bahar selaku ketua LKAAM Sumbar dan menjelaskan secaara detail duduk permasalahan yang sesungguhnya serta berbagai latar belakang penolakan pihaknya dan warga terkait dengan keberadaan oknum-oknum yang pengurus KAN tandingan itu.
“ Kami sudah jelaskan secara detail, tapi ternyata tak direspon. Bahkan, kami dapat informasi Fauzi Bahar akan datang ke Bawan Kamis besok, untuk mengukuhkan tandingan itu, kami jelas menolak, kami sangat kecewa pada beliau, yang sebelumnya sangat kami hormati, “ tegas A.Dt.Kando dengan nada tinggi.

Pantauan kaba12, reaksi kalangan ninik mamak dan anak kemenakan di Bawan, menyusul adanya rencana pengukuhan KAN tandingan itu sudah semakin memanas, bahkan di beberapa lokasi terpasang spanduk penolakan terhadap Fauzi Bahar dan rencana yang akan dilaksanakan.
Upaya konfirmasi kaba12 dengan Fauzi Bahar melalui ponsel dan chat whatshap yang dikirim sejak Kamis pagi tadi, hingga berita ini dirampungkan masih belum direspon, untuk mendapatkan konfirmasi lebih lanjut terkait penolakan dari kalangan pengurus KAN Bawan yang sebelumnya sudah resmi dikukuhkan dan dilantik dihadiri Camat, Kapolsek, Danramil, dan kalangan ninik mamak nagari setempat.
Di kantor KAN Bawan sendiri, terlihat sudah terpasang gembok, bahkan 1 truk besar sengaja diparkir di pintu masuk sebelah kanan, untuk menghambat akses masuk ke kompleks kantor tersebut.
Sementara, sejak dua hari terakhir, personil Polres Agam terlihat bersiaga di beberapa titik untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi.
HARMEN

Saya sangat prihatin setelah membaca berita ini, kenapa seorang pemangku organisasi masyarakat adat seperti LKAAM yang ketuanya seorang intelektual dan pemangku adat, tidak bisa menimbang buruk baik tindakan dan perlakuannya, tidak bisa “mambaco nan ta surek, apo lai nan ta surek ” semoga beliau cepat tobat dan sadar dari perbuatannya….