Lubukbasung,kaba12 — Kepala BNPB Letjen. TNI.Dr.Suharyanto tegaskan jangan sampai ada korban menyusul peningkatan erupsi Gunung Api Marapi dan peningkatan status dari Level II (Waspada) ke Level III ( Siaga ), bahkan dalam beberapa hari terakhir aktivitasnya meningkat yang memicu kekuatiran banyak pihak.
Menyikapi kondisi itu, Pemkab.Agam bersama unsur Forkopimda dan unsur terkait dalam penanganan dampak bencana, sudah sepakat menetapkan status siaga darurat erupsi Gunung Api Marapi dan akan melakukan langkah-langkah penanganan di lapangan.

Status siaga darurat erupsi Gunung Api Marapi itu ditetapkan dalam rapat koordinasi dan evaluasi Gunung Marapi di Mess Pemkab.Agam Belakang Balok, Bukittinggi, Jumat, (8/11) yang dihadiri Widyaswara Ahli Utama BNPB Harmensyah mewakili Kepala BNPD Letjen. TNI. Suharyanto, Kepala BPBD Sumbar, Asisten I Sekab.Agam, Kalaksa BPBD Agam, para kepala OPD terkait dan 6 camat bersama walinagari yang masih dalam kawasan siaga darurat erupsi Gunung Marapi.
Menanggapi status siaga darurat erupsi Gunung Api Marapi itu, Harmensyah kepada Pers usai pertemuan menegaskan, pihaknya mewakili Kepala BNPB Agam yang memberi pesan khusus untuk mengoptimalkan langkah-langkah antisipasi dan penanganan di lapangan, termasuk gerak cepat semua lini untuk mengantisipasi dampak terhadap masyarakat.

Ditegaskan, selain pos penanganan dampak, sosialisasi pada masyarakat, langkah-langkah antisipasi lain harus secara maksimal dilakukan, termasuk dengan mengoptimalkan pemahaman pada warga terkait langkah yang harus dilakukan jika aktivitas erupsi meningkat termasuk jalur-jalur evakuasi, lokasi pengungsian dan langkah lain.
Hal itu harus dilakukan segera, karena perubahan kondisi sama sekali tidak bisa terdeteksi dan akan terjadi sangat cepat, “ saat ini ada peningkatan status dari waspada ke siaga, dan bukan tidak mungkin, dalam waktu cepat status meningkat menjadi awas, “ tegasnya serius.
Pihaknya memberi penekanan atas pesan khusus kepala BNPB Letjen.Suharyanto, langkah antisipasi dan mitigasi menjadi prioritas untuk menyelematkan masyarakat dari dampak erupsi,” jangan sampai ada masyarakat yang jadi korban, “ tegas Harmensyah menirukan statemen Kepala BNPB.

Harmensyah mencontohkan bencana erupsi yang terjadi di Gunung Api Lewotobi Laki-Laki, di kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, yang menyebabkan jatuhnya korban,bahkan 10 warga dilaporkan meninggal dan banyak warga yang terluka.
“ Kita harus langkah-langkah taktis segera, mengantisipasi dampak terhadap masyarakat, karena perubahan kondisi bisa berlangsung sangat cepat, “ tegasnya.
Sementara Pemkab.Agam bersama unsur gabungan penanganan bencana, sudah merumuskan langkah bersama dengan membangun 3 posko penanganan,sosialisasi dan mitigasi pada warga dan langkah-langkah lain.
(HARMEN)
