Palupuah, KABA12.com — Masyarakat Jorong Sitingkai, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam punya cara tersendiri memaknai momen perayaan Idul Adha.
Ratusan masyarakat berjejer di sepanjang jalan Jorong Sitingkai. Di hadapan mereka tampak kantong kosong yang siap diisi daging kurban. Sementara itu, sejumlah panitia kurban sibuk mengisi kantong tersebut satu per satu.
Kegiatan tersebut disebut manampuang. Manampuang merupakan aktifitas pengambilan daging kurban yang sudah menjadi tradisi turun-temurun masyarakat setempat.
Hal itu disebutkan salah seorang tokoh pemuda Sitingkai, Afriadil, Sabtu (1/8), selama ini pembagian daging kurban di Jorong Sitingkai tanpa menggunakan kupon. Hal itu dimaksudkan agar masyarakat setempat terpancing untuk mendatangi lokasi pembagian daging kurban.
Kenapa disebut manampuang, karena sistem pembagian daging dilakukan dengan cara dibagikan oleh panitia dimana masyarakat menerimanya dengan cara menampungkan kantong masing-masing.
“Jadi di lokasi, masyarakat berdiri berjejer di dua sisi jalan, dimana masyarakat mempersiapkan kantong masing-masing, lalu panitia berjalan di tengah untuk memasukan daging tersebut ke kantong-kantong,” jelasnya
Menurut Afriadil, masyarakat tidak pernah protes dengan daging apapun yang didapat. Sampai saat ini, tidak pernah ada kericuhan saat pembagian daging kurban, sebab semua yang datang dapat jatah daging kurban sama banyak.
‘’Tradisi tersebut dilakukan untuk memupuk rasa kebersamaan di tengah masyarakat. Selain itu, juga untuk menyemarakkan perayaan Idul Adha dengan tetap mempertahankan kearifan lokal,”ungkapnya.
(Virgo/*)
