Kaba Agam
Sistem Transmisi 275 kV Terganggu, Listrik di Pulau Sumatera Padam, Lubuk Basung Kelam Pekat
Lubukbasung, kaba12. – Gangguan massal pada sistem transmisi kelistrikan Sumatera tidak hanya melumpuhkan kota-kota besar seperti Padang, melainkan juga turut membuat kawasan Lubuk Basung, Ibu Kota Kabupaten Agam, gelap gulita Jumat,(22/5/2026) malam.
Putusnya aliran listrik itu terjadi sejak pukul 18.40 WIB ini sempat mengejutkan warga setempat yang baru saja menyelesaikan ibadah salat Magrib.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, sejumlah ruas jalan utama di Lubuk Basung, termasuk kawasan di sekitar Simpang Tiga Bundaran, Jalan Gajah Mada, hingga area perkantoran Pemerintah Kabupaten Agam, tampak sunyi dan minim pencahayaan.
Hanya sorot lampu dari kendaraan yang melintas serta pendaran lampu darurat dari beberapa ruko warga yang menjadi sumber penerangan di tengah pekatnya malam.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat, mengonfirmasi,pemadaman dipicu oleh masalah dari sisi gardu induk pembangkitan dan transmisi. Gangguan terdeteksi pada pukul 18.44 WIB berupa terputusnya jalur transmisi Rumai– Muaro Bungo sebesar 275 kV.
Kejadian ini mengakibatkan sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara (SBU) dan Sumatera Bagian Tengah (SBT) terpisah, yang memicu padam total (blackout) di wilayah meluas meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau, hingga Sumatera Barat—termasuk wilayah Kabupaten Agam dan sekitarnya.
Kondisi ini seketika mengubah ritme aktivitas malam warga di ibu kota kabupaten tersebut. Sebagian pemilik warung dan pelaku usaha mikro di sepanjang jalan utama Lubuk Basung terpaksa menutup lapak mereka lebih awal karena keterbatasan penerangan. Sementara itu, warga lainnya memilih keluar rumah untuk mencari udara segar di teras guna menghindari hawa gerah di dalam ruangan.
“Tadi mati lampunya pas selesai Magrib. Awalnya dikira hanya pemadaman lokal biasa di komplek kami, tapi setelah dicek keluar, ternyata sepanjang jalan utama sampai ke arah pasar juga gelap gulita,” ujar Rian, salah seorang warga yang ditemui di sekitar kawasan Monggong, Lubuk Basung.
Situasi ini pun langsung memicu keramaian di media sosial dan berbagai grup percakapan digital warga Agam yang saling bertukar informasi mengenai cakupan wilayah yang padam. Warga dari berbagai daerah saling membagikan kondisi terkini di tempat tinggal mereka yang ikut padam.
Menyikapi kondisi ini, manajemen PLN menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-sebesarnya atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Pihak PLN memperkirakan bahwa proses pemulihan (progress recovery) gardu induk serta sistem transmisi ini akan membutuhkan waktu sekitar enam hingga delapan jam, tergantung pada dinamika penanganan teknis di lapangan.
Hingga berita ini dilaporkan dari Lubuk Basung, tanda- tanda aliran listrik kembali normal belum terlihat.
Petugas teknis PLN dilaporkan masih terus berjibaku di lapangan demi memulihkan interkoneksi jaringan secara bertahap agar aktivitas masyarakat dapat segera kembali berjalan normal.
(Taufiq/*)