Canduang, kaba12.com — Setelah sepekan dinyatakan hilang sejak Minggu,(29/1), proses pencarian Damsir Bagindo Basa, (80), warga Jorong Gantiang Koto Tuo, Nagari Canduang Koto Laweh, kecamatan Canduang resmi dihentikan Minggu, (5/2).
Penghentian pencarian secara resmi oleh pemerintah itu sesuai SOP SAR, pemberlakuan pencarian resmi selama 7 hari, yang disepakati bersama seluruh unsur tim gabungan dan disetujui pihak keluarga survivor.

Upaya pencarian Damsir Bagindo Basa sendiri, sudah dilakukan sejak sejak sepekan terakhir, pasca survivor dinyatakan hilang, Minggu,(29/1) dengan prosesi terakhir terlihat di kawasan Lakuak Bunta-Tanah Tani, di lereng Gunung Marapi, bahkan tim gabungan yang dipimpin BPBD Agam sudah melakukan penyisiran di berbagai lokasi yang ditengarai jadi lokasi perjalanan survivor.
Penghentian pencarian secara resmi Damsir Bagindo Basa itu dibenarkan Bambang Warsito, kepala BPBD Agam melalui Ichwan Pratama Danda, Kabid.KL BPBD Agam, yang memimpin operasi pencarian di lapangan.
Disebutkan, penghentian pencarian itu sudah menjadi keputusan bersama seluruh unsur terkait dalam proses pencarian, termasuk keluarga survivor, sesuai protap dan SOP pencarian dan pertolongan yang ditetapkan pemerintah.

Namun disebutkan, keluarga survivor masih terus berupaya melakukan pencarian dan BPBD Agam siap memberi dukungan jika dibutuhkan di lapagan.
Disebutkan, proses pencarian survivor oleh tim gabungan dari unsur BPBD Agam, KSB, warga, keluarga, bersama unsur TNI-Polri sudah menyisir berbagai lokasi yang kemungkinan menjadi arah perjalanan survivor, bahkan tim gabungan sudah menyusuri kawasan lereng Gunung Marapi yang menjadi lokasi terakhir Damsir Bagindo Basa tersebut.
“ Pencarian resmi dihentikan. Keluarga masih berupaya melakukan pencarian, dan kita siap membantu jika dibutuhkan, kita akan terus pantau perkembangannya, “ sebut Ichwan Pratam Danda.
Dalam sebelum terakhir, kasus orang hilang di kabupaten Agam terbilang tinggi, tercatat 4 kasus dimana 2 survivor berhasil ditemukan dan 2 lainnya dinyatakan hilang setelah pencarian secara resmi dihentikan, termasuk Damsir Bagindo Basa.
HARMEN
