Lubukbasung,kaba12 — Setelah sempat dinyatakan padam, Selasa, (2/9) kemarin, potensi kebakaran lahan pinus di Gunung Ameh, Jorong Bukik Apik, Nagari Padang Tarok, Kecamatan Baso,masih tinggi.
Bahkan, update BPBD Agam, hingga Selasa malam, tercatat lahan pohon pinus yang terbakar jugas semakin bertambah bahkan sudah mencapai sekitar 9 hektar dari data sebelumnya 7 hektar.
Untuk menangani Karhulta yang berpotensi meluas di wilayah itu, BPBD Agam bersama unsur gabungan sudah membangun posko khusus di kawasan itu, bahkan Bupati Agam Beni Warlis,bersama para pejabat daerah memantau proses penanganan kebakaran lahan Selasa kemarin.

Informasi terkini yang diperoleh kaba12 dari Ichwan Pratama Danda, Kabid.KL BPBD Agam, setelah dinyatakan padam Selasa kemarin, namun di beberapa titik,kepulan asap kembali terlihat di beberapa lokasi yang sulit dijangkau tim gabungan.
Disebutkan, penanganan kebakaran lahan di kawasan Gunung Ameh, Jorong Bukik Apik, Nagari Padang Tarok itu, akan terus berlanjut sesuai masa tanggap darurat kebakaran lahan yang diberlakukan hingga tanggal 30 September mendatang, “saat ini terlihat beberapa kepulan asap potensi asap di beberapa titik. Kita prediksi, lahan yang sudah hangus terbakar akibat kebakaran itu sudah mencapai sekitar 9 hektar, “ jelasnya.

Diakui Kabid.KL BPBD Agam itu, tim gabungan dari unsur BPBD Agam, BPBD Sumbar, PMI, KSB, Orari Lokal Agam-Bukittinggi,Satgas Karhutla Sumbar , KPHL Agam dan masyarakat peduli api kesulitan menjangkau lokasi yang berada di puncak perbukitan termasuk sumber air yang jauh dari area kebakaran, “kita sudah siapkan tendon penampung air, Rabu ini,kita akan tracking untuk ceking titik api, “ ulasnya.

Sementara informasi yang diperoleh kaba12, potensi kebakaran lahan di kawasan hutan pinus Gunuang Ameh, Jorong Bukik Apik, Nagari Padang Tarok itu, relative tinggi,bahkan setiap kemarau , kawasan perbukitan itu rentan terbakar. Namun, saat ini, diprediksi penanganan pemadaman api akan relative panjang, mengingat kepulan asap masih terjadi dan kondisi cuaca panas masih terjadi.
(HARMEN)
