Linggai, KABA12 — Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Edi Busti meminta Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga untuk menyandingkan kegiatan Festival Danau Maninjau dengan program KONI Agam yaitu One Event One Cabor (OEOC) pada tahun depan.
Hal itu disampaikan langsung Edi Busti yang juga menjabat Ketua KONI Agam saat membuka resmi Festival Danau Maninjau 2023 di objek wisata Linggai Park, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Jum’at (1/9).
Menurutnya, apabila Festival Danau Maninjau dikolaborasikan dengan program KONI Agam maka event tersebut menjadi wadah untuk menampilkan perkembangan bidang olahraga di Kabupaten Agam.
“Saya selaku Ketua KONI Kabupaten Agam meminta bagaimana Festival Danau Maninjau disandingkan dengan One Event One Cabor yang ada di KONI, sehingga kegiatan ini tidak hanya melihat festival kesenian dan UMKM saja tetapi juga melihat perkembangan olahraga di Kabupaten Agam,” kata Edi Busti.
Selain itu, ia juga mengajak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam untuk menjadikan event Festival Danau Maninjau menjadi bagian dari kegiatan ekstrakurikuler.
Dirinya juga meyakinkan apabila terobosan itu di realisasikan maka Festival Danau Maninjau selanjutnya akan menjadi ramai dan diminati oleh wisatawan, sehingga multiplayer effect-nya dirasakan oleh masyarakat.
“Mudah-mudahan tahun depan event ini bisa kita kolaborasikan agar lebih meriah,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa Festival Danau Maninjau tahun 2023 merupakan program pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan dan mempromosikan destinasi wisata.
Ia mengakui bahwa Danau Maninjau akan lebih indah apabila keramba jaring apung (KJA) ditata dengan baik.
Disebutkan bahwa KJA juga memberikan manfaat terhadap perekonomian masyarakat. Tetapi juga tidak kalah pentingnya Linggai Park sebagai destinasi wisata juga memberikan multi player effect kepada masyarakat.
“Ketika keduanya (KJA dan pariwisata) kita sandingkan, kita padukan dalam sebuah sinergitas, maka pesona kawasan Linggai Park akan menambah daya tariknya, sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan menciptakan multiplayer effect,” ujarnya.
Edi Busti menjelaskan bahwa Danau Maninjau tak hanya terkenal dengan keindahan alamnya, tetapi juga dikenal sebagai tempat kelahiran beberapa tokoh bangsa salah satunya Buya Hamka yang terkenal hingga ke tingkat internasional.
“Nah, inilah kebanggaan kita bahwa tidak pesonanya saja yang kita jual, tetapi intelektual orang Maninjau ini juga menjadi destinasi yang sangat diminati oleh wisatawan,” katanya.
(Bryan)
