Sambut Idul Fitri, Tradisi “Mambantai Rayo“ di Pasar Tiku Semarak

Tiku, kaba12 — Tradisi menyambut hari raya Idul Fitri di wilayah kecamatan Tanjung Mutiara Kamis, (20/4) dini hari mulai mewarnai suasana hari raya di wilayah tersebut.

Tradisi “mambantai” sapi dan kerbau untuk kebutuhan lebaran yang dipusatkan di Pasar Serikat Tiku oleh masyarakat yang berdatangan untuk membeli daging dari berbagai wilayah di Kabupaten Agam itu, menjadi moment tersendiri bagi masyarakat setempat, sehingga suasana di akhir bulan suci Ramadhan betul-betul beda di wilayah itu.

Menurut Edo Aipa Pratama, Camat Tanjung Mutiara, tradisi “membantai rayo” yang sudah berlangsung turun temurun di wilayah itu, khusus dalam menyambut hari raya Idul Fitri 1444 Hijriah tahun ini,hingga Kamis dini hari sudah tercatat sebanyak 35 ekor hewan yang dipotong masing-masing 26 ekor kerbau dan 9 ekor sapi.

Dijelaskan, prosesi memotong hewan pedaging yang menjadi konsumsi masyarakat dalam menyemarakkan lebaran itu, dimulai persis menjelang dini hari, dimana para pedagang daging, memotong sapi dan kerbau serentak, mulai pukul 01.00 WIB.

“ Alhamdulillah, suasana semarak terlihat dalam kegiatan tersebut, dibuktikan ratusan warga dari berbagai wilayah sudah berdatangan untuk membeli daging yang akan dikonsumsi saat lebaran, “ sebut Edo Aipa Pratama.

Ditambahkan, kegiatan “mambantai rayo” itu akan berlangsung hingga Kamis siang, dengan potensi penambahan jumlah ternak pedaging, jika permintaan warga akan daging meningkat sampai Kamis pagi.

Informasi yang diperoleh kaba12, tradisi mambantai rayo yang menandai akan segera datangnya hari raya Idul Fitri itu, menjadi moment tersendiri bagi warga dan kalangan perantau yang sudah mulai berdatangan di kampung halaman sejak Rabu kemarin.

HARMEN

0Shares