Lubukbasung,kaba12 — Sahardi, (59), warga kompleks Perumahan Talago Permai Lubukbasung yang sehari-sehari bertugas sebagai guru di SMAN Agam Cendekia, Muko-Muko, Kecamatan Tanjung Mutiara, sejak Rabu, (28/6) dinyatakan hilang oleh keluarga.
Sahardi diinformasikan sejak Rabu, (28/6) pukul 11.00 WIB dilaporkan keluarganya beranjak dari rumah mertunya di Malalak dan berniat akan ke Kapau, kecamatan Tilatang Kamang. Namun, hingga Kamis, (29/6), keberadaan Sahardi masih belum diketahui.
Upaya pencarian awal sudah dilakukan keluarga ke berbagai lokasi, tidak hanya di Malalak, tapi juga ke Kapau, Tilatang Kamang termasuk ke Palembayan, tempat kerabat korban, namun informasi keberadaannya masih belum diketahui.

Informasi yang diperoleh kaba12, dari Ahmad, salah seorang kerabat Sahardi, survivor sejak Rabu siang bertolak dari Malalak Timur dan berniat akan ke Kapau, Tilatang Kamang, “ namun hingga Rabu malam, belum juga sampai ke Kapau, “ sebutnya.
Upaya pencarian juga dilakukan keluarga survivor dengan menghubungi kerabat yang ada di Palembayan dan beberapa lokasi lain, namun Sahardi juga masih belum ditemukan, “ beliau berangkat menggunakan sepeda motor supra dengan nomor polisi BA 4929 LY, “ jelasnya,
Ditambahkan Ahmad, saat meninggal rumah mertua di Malalak, Sahardi memakai baju kemeja bergaris, memakai sepeda motor, namun tidak membawa ponsel saat bekerpegian, “ kami sudah melaporkan pada pihak Polres Agam dan BPBD Agam. Kami mohon, jika ada yang menemukan beliau segera menginformasikan pada keluarga, atau pada pihak berwenang terdekat, “ungkap Mamat lagi.
-HARMEN-
