Sabar dan Ikhlas, Dua Sayap Menuju Derajat Takwa

Lubukbasung, kaba12 —  Ramadhan melatih lebih dari sekadar fisik. Ia melatih kesabaran dan keikhlasan, dua kekuatan ini sering diuji dalam kehidupan sehari – hari. Menahan lapar butuh sabar, menjaga niat agar tetap lurus butuh iklas.

Sabar bukan berarti lemah, tetapi kemampuan mengendalikan diri saat diuji. Iklas bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan kebaikan tanpa mengharapkan pujian manusia. Ketika keduanya bersatu, lahirlah keteguhan iman.

Allah SWT berfirman :

“Sesungguhnya hanya orang – orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zuumar : 10)

Potongan ayat dalam surat Az-Zumar ayat 10 ini menunjukan bahwa betapa tinggi nilai sabar di sisi Allah. Ramadhan menjadi ruang latihan terbaik, sabar menahan emosi, sabar menjaga lisan, sabar dalam ketaatan, dan sabar menjauhi larangan.

Sementara ikhlas menjaga agar setiap ibadah tidak ternoda oleh riya. Puasa adalah ibadah yang sangat pribadi, tidak ada yang tahu kecuali Allah. Di situlah nilai keikhlasan diuji dan dikuatkan.

Ramadhan 1447 H hendaknya menjadi momentum memperkuat dua sayap ini. Karena dengan sabar dan ikhlas, seseorang tidak hanya menjalani puasa, tetapi benar – benar mendekat pada derajat takwa.

Dan ketika Ramadhan berlalu, semoga sabar dan ikhlas tidak ikut lagi, melainkan tetap menjadi bekal dalam menjalani kehidupan.

(TAUFIQ/*)

0Shares