Bukittinggi, KABA12 — PT. Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Jam Gadang (Perseroda) gelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan tutup buku tahun 2025 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). RUPS ini dipimpin langsung Wali Kota Bukittinggi dan dihadiri Dewan Pengawas Syariah serta pemegang saham, di Hotel Santika, Senin (26/01).
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, selaku pemegang saham pengendali, menyampaikan, melalui RUPS tutup buku tahun 2025, tingkat NPL BPRS Jam Gadang berada di angka 0,2%, yang dinilai sangat rendah dan mencerminkan kondisi Bank yang sehat, bahkan hampir tidak memiliki kredit bermasalah.
“Pemko Bukittinggi berkomitmen penuh mendukung pertumbuhan BPRS Jam Gadang. Pada tahun 2026, Pemko menambah penyertaan modal sebesar Rp1,5 miliar sebagai bentuk kepercayaan terhadap kinerja dan prospek Bank. Kami juga terus mendorong Program Tabungan Haji Pelajar yang kini telah diikuti sekitar 11 ribu pelajar, agar perencanaan ibadah haji dapat ditanamkan sejak usia dini,” ujarnya.
Lebih lanjut, wako menegaskan, Pemerintah Kota Bukittinggi akan terus mendorong penambahan investasi guna menjaga kinerja BPRS Jam Gadang tetap sehat dengan NPL yang terus ditekan di angka rendah.
Komisaris Utama PT. BPRS Jam Gadang (Perseroda), Rismal Hadi, bersama Komisaris, Uskavinos, menyampaikan, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 dilaksanakan dengan dua agenda utama, yakni pengesahan laporan keuangan dan penutupan buku tahun 2025, serta Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) terkait penambahan modal, peralihan saham, dan perubahan kepengurusan Direksi. RUPS tahun ini dinilai istimewa karena bertepatan dengan berbagai capaian strategis, termasuk penguatan infrastruktur melalui pemanfaatan gedung kantor Bank.
“Sepanjang tahun 2025, BPRS Jam Gadang mencatat sejumlah prestasi dan penghargaan, di antaranya Bank Excellence, BPRS Bintang Lima dari Majalah Infobank, serta Top CEO 2025. Pada tahun 2026, Bank juga dijadwalkan kembali menerima Penghargaan Platinum BUMD Awards dari Majalah Top Business untuk kelima kalinya secara berturut-turut,” ungkapnya.
Rismal menambahkan, melalui pelaksanaan RUPS dan RUPSLB, Dewan Komisaris menyampaikan laporan keuangan serta hasil pengawasan kepada pemegang saham.
Dewan Komisaris menilai bahwa meskipun dihadapkan pada tantangan ekonomi global, Direksi bersama seluruh karyawan mampu menjaga kinerja Bank tetap positif sepanjang tahun 2025, sehingga menjadi fondasi yang kuat bagi pertumbuhan BPRS Jam Gadang secara berkelanjutan ke depan.
Direktur Utama PT. BPR Syariah Jam Gadang (Perseroda), Feri Irawan, menjelaskan, kinerja Bank sepanjang tahun 2025 terus menunjukkan perkembangan yang positif dan berkelanjutan. Hingga 31 Desember 2025, total aset tercatat sebesar Rp136,03 miliar, atau mencapai 100,47 % dari target Rencana Bisnis Bank (RBB) 2025. Capaian ini mencerminkan kepercayaan masyarakat yang terus meningkat terhadap BPRS Jam Gadang sebagai BUMD Kota Bukittinggi.
“Dari sisi penyaluran dana, total pembiayaan bruto mencapai Rp104,85 miliar, sementara pembiayaan net setelah dikurangi biaya administrasi tercatat sebesar Rp103,75 miliar, dengan tingkat pencapaian 100,52 % dari target. Pertumbuhan pembiayaan tersebut menunjukkan peran aktif Bank dalam mendukung sektor usaha masyarakat, khususnya UMKM, perdagangan, dan pembiayaan konsumtif berbasis syariah.
Sementara itu, laba operasional sebelum pajak dan zakat pada akhir tahun 2025 tercatat sebesar Rp3,23 miliar, meningkat dibandingkan target RBB sebesar Rp3,22 miliar, dengan tingkat pencapaian 100,28 %. Kinerja keuangan ini turut didukung oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp79,34 miliar, atau 102,37 % dari target, dengan dominasi pertumbuhan pada produk tabungan masyarakat.
Selain kinerja keuangan, Feri Irawan menambahkan, hingga akhir Desember 2025, jumlah rekening tabungan aktif tercatat sebanyak 48.715 rekening, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal ini menunjukkan semakin luasnya jangkauan layanan BPRS Jam Gadang di tengah masyarakat.
Dalam RUPS Luar Biasa, Wali Kota Bukittinggi selaku pemegang saham pengendali menegaskan pentingnya BPRS Jam Gadang dikelola secara sehat, transparan, dan terus diawasi, serta menyetujui penambahan modal sebesar Rp1,721 miliar yang terdiri dari penyertaan Pemerintah Kota Bukittinggi Rp1,5 miliar dan pemegang saham eksisting Rp221,5 juta.
(Ophik)