Rumah Tahfidz Pelita Insani Diresmikan, 22 Santri Diwisuda

Bukittinggi, KABA12.com — Walikota Bukittinggi resmikan Rumah Tahfidz Pelita Insani di jalan Veteran Jirek Bukittinggi. Peresmian ini sekaligus wisuda perdana sebanyak 22 orang santri yang mengambil tema “Dengan Al Qur’an Kugenggam Dunia Kugapai Syurga”, Minggu (01/07).

Dalam sambutannya, Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pengurus atas kehadiran Rumah Tahfidz Pelita Insan. Hal ini tentu menjadi bentuk dukungan terhadap program pemerintah khususnya dibidang keagamaan.
Dukungan orang tua dan para guru di rumah tahfidz ini juga menjadi landasan untuk melahirkan generasi yang beriman dan bertaqwa.

“Pada tahun 2030 mendatang Indonesia akan menghadapi bonus demografi dan tentunya akan dilalui oleh anak – anak ini nantinya. Untuk itu perlu kita siapkan generasi yang siap mental dan imannya dalam menghadapi hal tersebut. Kalau landasan agamanya kuat maka apabila terpeleset nantinya mereka akan mudah untuk kembali,” ujar Ramlan.

Walikota juga menyampaikan, dengan mebnadi seorang hafidz dan hafidzah, tentu akan memiliki manfaat yang banyak. Salah satunya dalam melanjutkan pendidikan.
Dimana, banyak perguruan tinggi telah mensyaratkan bagi penghafal Al qur’an dapat lulus tanpa tes.

” Pemerintah sangat mendukung keberadaan rumah tahfidz dan juga termasuk pola pendidikannya,” ungkap Wako.

Sementara itu dr.Masrizal, S.POG pembina yayasan menyampaikan, dasar pendirian Rumah Tahfidz ini, sebagai upaya membentengi anak dan generasi muda dalam menghadapi tantangan kedepan.
Pendirian Rumah Tahfdz ini sekaligus untuk menegakkan serta mensyiarkan agama Allah.

“Kita tahu generasi saat ini dihadapkan dengan berbagai tantangan yang sangat besar. Hal ini telah menggerakkan hati yayasan untuk mendirikan Rumah Tahfidz sebagai bekal dan benteng untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut. Alhamdulillah upaya tersebut mendapat dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat Bukittinggi”, ujar Masrizal.

Sejak berdiri enam bulan lalu, tercatat sudah ada 80 orang murid, 22 orang santri telah mengikuti uji seleksi oleh Kementerian Agama Bukittinggi dan semuanya dinyatakan lulus dengan hasil yang cukup memuaskan dan berhak untuk diwisuda.

“Berkat dukungan orang tua, anak – anak mereka telah dapat menghafal Al qur’an 3 dan 4 juz dalam waktu 6 bulan ini,” tutup Masrizal.

Peresmian dan wisuda perdana tersebut juga dihadir perwakilan Kementerian Agama Kota Bukittinggi, Lurah Puhun Pintu Kabun, tokoh masyarakat serta para orang tua murid.

(Ophik)

0Shares