Kaba Terkini
Rumah Semi Permanen Hangus Terbakar, Satu Lansia Tewas di Parak Kopi
Bukittinggi, KABA12 — Satu unit rumah semi permanen di kawasan Parak Kopi, RT 02/RW 03, Kelurahan Kayu Kubu, Kecamatan Guguk Panjang, Bukittinggi, terbakar, Kamis (28/05). Dari kejadian itu, satu orang lansia meninggal dunia, saat mencoba menyelematkan barang dari rumah naas itu.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 10.45 WIB, didiga berawal dari bagian dapur. Api dengan cepat menghanguskan bangunan yang sebagian besar terbuat dari material kayu.
Warga sekitar yang melihat kobaran api langsung berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Ketua RT setempat, Davidson (54), mengatakan api pertama kali terlihat dari bagian belakang rumah korban dan membesar dalam waktu singkat.
“Saat berada di belakang rumah, saya melihat api sudah membesar dari rumah korban dan api begitu cepat menjalar,” ujarnya.
Menurut warga, korban Isra Wati (70), sempat keluar dari rumah bersama anggota keluarga lainnya. Namun, Isra tiba tiba kembai masuk ke dalam rumah, diduga untuk menyelamatkan sejumlah barang berharga, tapi terjebak dalam kobaran api, hingga dinyatakan meninggal dunia.
Jasad korban dapat dievakuasi setelah proses pemadaman selesai dilakukan oleh petugas gabungan.
Kepala Markas PMI Kota Bukittinggi, Akmal Musyarif, mengatakan pihaknya langsung menurunkan personel ke lokasi setelah menerima laporan kebakaran. Petugas kemudian melakukan penyisiran di area bangunan usai api berhasil dikendalikan.
“Korban jiwa satu orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ungkapnya.
Proses pemadaman cukup terkendala karena akses jalan menuju lokasi sempit dan dipadati warga. Kondisi tersebut membuat mobilisasi petugas dan armada pemadam kebakaran tidak berjalan maksimal pada awal penanganan.
Menurut laporan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Bukittinggi, rumah semi permanen tersebut dihuni dua kepala keluarga dengan total lima jiwa.
Mereka masing-masing yakni Elfinarita (56), Haikal Habibi (22), Farham (17), Adam Maulana (10), dan Isra Wati.
Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran yang menewaskan lansia tersebut dan pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Proses penanganan kebakaran melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bukittinggi, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Agam, PMI Kota Bukittinggi, TNI, Polri, PLN, serta masyarakat setempat.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, juga tampak hadir langsung di lokasi kebakaran untuk meninjau proses penanganan musibah tersebut.
(Ophik)