RSUD Lubukbasung Terus Berbenah, Lengkapi Sarana dan Nakes Siap Melayani

Lubukbasung,kaba12 — Sebagai rumah sakit satu-satunya bahkan menjadi kebanggaan masyrakat kabupaten Agam, RSUD Lubukbasung terus lakukan pembenahan di berbagai aspek, tidak hanya terus berupaya melengkapi berbagai sarana-prasarana pendukung, tapi juga tenaga kesehatan ( nakes ) yang menjadi pendukung utama pelayanan medis.

Selain pembenahan fasilitas utama pendukung pelayanan kesehatan yang terus dibangun pihak manejemen untuk ketersediaan ruangan rawat inap, ruangan pemeriksaan penunjang dan poliklinik untuk pasien rawat jalan.

Saat ini, tersedia pelayanan di poliklinik bedah umum, bedah ortopedi, penyakit dalam, kebidanan penyakit kandungan, saraf, THT- KL, anak, kulit- kelamin, konservasi gigi, gigi umum, mata, psikiatri, paru dan poli umum yang didukung tenaga medis baik dokter umum,dokter spesialis, dan tenaga kesehatan lainnya.

Upaya melengkapi berbagai sarana pendukung dan nakes untuk memaksimalkan pelayanan itu, Agustus 2023 lalu, RSUD Lubukbasung dinyatakan sebagai Rumah Sakit Paripruna, setelah dinilai tim survey akreditasi Lembaga Komisi Akreditasi Rumah Sakit ( KARS).

Seperti disebutkan dr.Riko Krisman,Sp,An, Direktur RSUD Lubukbasung melalui Kabid Promosi,Kehumasan Penelitian Dan Pengembangan (Promhumlitbang) Rozi Anggraini, yang menyebut, upaya yang dilakukan rumah sakit tersebut, tak lepas dari dukungan Pemkab.Agam dan partisipasi aktif masyarakat.

Disebutkan, RSUD Lubukbasung selalu mengedepankan prinsip pelayanan prima untuk semua, namun untuk keluarga pasien juga diharapkan pengertiannya agar datang/bezuk sesuai jadwal yang ditetapkan yaitu untuk siang dari jam 11.00 s.d 13.00 WIB sementara untuk jam bezuk sore jam 16.00 s.d 20.00 WIB, khusus untuk ICU dan HCU pengecualian karena pasien tidak boleh dikunjungi seperti rawat inap yang lain.

Namun untuk kondisi-kondisi tertentu diberi izin dikunjungi secara bergantian sesuai jadwal jam bezuk tersebut, apabila dokter dan perawat yg merawat pasien menilai pasien diruangan khusus tersebut kondisinya boleh menerima tamu/dibezuk” terang Rozi dengan detail.

Kabid.Promhumlitbang itu menyebutkan, untuk pasien rawat jalan agar disiplin dalam melakukan pendaftaran ke poli yang dituju dengan menggunakan Mobile JKN dan Mobile Pasien dan untuk kedepannya dalam era digitalisasi dan Rekam Medis Elektronik (RME) tidak lagi memakai pendaftaran manual maupun melalui WA.

” Saat ini, pasien rawat jalan yang melakukan pendaftaran melalui WA agar datang sesuai nomor antrian yang muncul pada balasan pada saat mendaftar WA,karena bagi pasien BPJS dokumen SEP sudah langsung dicetak. Pasien cukup menunggu dipoli yang dituju sesuai nomor antriannya dan tidak perlu lagi antrian di loket satelit prekam medis yang berada di poliklinik baru lantai I , “ jelasnya.

Ditambahkan, pengecualian untuk pasien poli mata dan rehabilitasi medik karena harus melakukan sidik jari (finger Print) sesuai ketentuan BPJS, pasien harus registrasi ke satelit rekam medis (mendaftar melalui WA). Bagi pasien yang mendaftar secara manual, langsung mendaftar dan registrasi di loket rekam medis di depan farmasi/apotik rumah sakit.

Disebutkan, tanggungjawab rumah sakit kepada karyawan karyawati yang telah memberi pelayanan kepada pasien, manajemen secara intensif melakukan pemeriksaan Medical Check Up (MCU), pemberian vaksin hepatitis B dan kegiatan olahraga setiap hari Sabtu pagi, agar seluruh karyawan selalu semangat dan semakin sehat.

“ Kita berupaya memberi pelayanan optimal pada seluruh pasien, dengan mempersiapkan nakes dan para tenaga pelayanan yang sehat sehingga siap melayani setiap saat , “ sebut Rozi Anggraini.

-HARMEN-

0Shares