Ribuan Warga Masih Terkurung Banjir di Gadih Angik, Warga Minta Pasokan Bantuan Kebutuhan Pokok

Tiku,kaba12 — Ribuan warga dilaporkan masih tertahan dan menunggu untuk dievakuasi dari jorong Labuhan dan Gadih Angik, Nagari Tiku V Jorong, kecamatan Tanjung Mutiara. Hingga Kamis,(27/11) sore, proses evakuasi yang dilakukan tim Marinir TNI-AL bersama Basarnas, belum bisa sepenuhnya mengamankan seluruh warga terdampak banjir besar ke lokasi aman.

Bahkan, warga Labuhan dan Gadih Angik, sudah mulai panik, pasalnya stok bahan pokok untuk kebutuhan konsumsi harian yang dimiliki warga sudah mulai habis. Sementara, pasokan bantuan belum bisa masuk, karena terbatasnya sarana dan armada pendukung untuk mendistrusikan bantuan ke dua daerah tersebut.

Informasi yang diperoleh kaba12, tim gabungan penanganan dampak bencana banjir di Tiku V Jorong, masih kekurangan sarana untuk mengevakuasi ribuan warga yang terkurung banjir, saat ini,untuk proses evakuasi hanya menggunakan 3 unit perahu karet dan speedboat, sebagian warga bisa dibawa dengan sampan kayu, termasuk dengan jonder,armada perkebunan dengan daya angkut yang terbatas.

Proses evakuasi warga Tiku V Jorong yang terkurun banjir sejak Minggu, (23/11) itu dipantau Sekab.Agam Dr.M.Lutfie yang langsung berdiskusi dengan tim gabungan untuk mencari solusi agar proses evakuasi warga bisa berjalan lebih maksimal, namun masalah dukungan sarana menjadi persoalan sendiri, mengingat dukungan sarana kebencanaan yang dimiliki Pemkab.Agam sangat terbatas, apalagi disaat bersamaan, seluruh kecamatan di Kabupaten Agam terdampak bencana .

Kondisi itu dibenarkan Lettu.Laut (PM) Burhani Zulfa, Dan.Pos TNI AL Tiku, yang menyebutkan, tim gabungan tidak bisa melakukan proses evakuasi secara maksimal, karena terbatasnya sarana pendukung. Pihaknya berharap, ada tambahan sarana untuk membantu proses evakuasi ribuan warga yang masih tertahan di Labuhan dan Gadih Angik.

Bahkan, diakuinya proses distribusi bantuan logistic untuk warga terdampak bencana banjir besar di dua lokasi tersebut masih belum bisa maksimal dilakukan, karena dukungan armada, “kami sudah berkoordinasi dengan Sekab.Agam bersama unsur terkait, kami berharap ada tambahan sarana pendukung, sementara kami juga tengah mencari solusi bersama pihak-pihak terkait , “sebutnya.

Ditambahkan, saat ini proses evakuasi warga ke lokasi aman dari wilayah Labuhan dan Gadih Angik, harus dilakukan berharap dengan sistim prioritas bagi warga usia lanjut, anak-anak, ibu hamil dan warga yang sakit. Sebagian diangkut dengan perahu nelayan, termasuk dengan jonder milik perkebunan.

“Mudah-mudahan besok ada solusi, karena warga sudah mulai resah, apalagi stok logistic warga mulai habis. Kami akan lanjutkan proses distribusi kebutuhan pokok, karena pasokan bantuan dari berbagai pihak mulai masuk ke wilayah terdampak banjir di Tiku V Jorong, “jelas Burhani Zulfani lagi.

Saat ini, tim penanganan dampak bencana banjir yang berasal dari unsur TNI AL diturunkan sesuai perintah Komandan Kodaeral-2 Padang Laksda Sarimpunan Tanjung, dibawah kendali Asops Kodaeral-2 Padang Kolonel Laut (P) Cahyo Pamungkas, dengan Komandan Peleton dari Batalyon Marinir Kodaeral-2 Padang Lettu Marinir Gofar, berkoordinasi dengan Komandan Pos TNI AL Tiku, Lettu Laut (PM) Burhani Zulfa Dt. Rajo Dihilie, bergabung bersama Basarnas, PMI dan BPBD Agam didukung warga dan pemerintah nagari Tiku V Jorong dan pemerintah kecamatan Tanjung Mutiara.

(HARMEN)

0Shares