Bukittinggi, KABA12 — Pemerintah Kota Bukittinggi mulai melaksanakan pembangunan puskesmas Birugo, Kecamatan Atir Birugo Tigo Baleh. Peletakan batu pertama, dilaksanakan di lokasi setempat, Senin (15/07).
Kepala Dinas Kesehatan Bukittinggi, Linda Faroza, menjelaskan, transformasi sistem kesehatan telah digulirkan Kementerian Kesehatan sejak Tahun 2022, untuk memperkuat sistem kesehatan dan mengatasi berbagai tantangan dalam pencapaian indikator kesehatan. Salah satu pilar dari transformasi sistem kesehatan ini adalah transformasi pelayanan kesehatan primer untuk penguatan dan peningkatan pelayanan yang lebih berkualitas.
“Transformasi Pelayanan Kesehatan Primer ini sejalan dengan arah dan kebijakan dari visi pembangunan Kota Bukittinggi, sesuai arahan Bapak Wali Kota Erman Safar, yaitu hebat di sektor kesehatan. Salah satu strategi untuk penguatan dan peningkatan pelayanan yang lebih berkualitas di Kota Bukittinggi, dengan perluasan akses ke fasilitas pelayanan kesehatan primer melalui pembangunan puskesmas Birugo ini,” jelasnya.
Pemerintah Kota Bukittinggi melalui dana DAK Bidang Kesehatan Tahun 2024 akan melakukan pembangunan Puskesmas Birugo sebagai upaya untuk lebih meningkatkan akses masyarakat terhadap Puskesmas. Puskesmas Birugo ini, didirikan di atas lahan sekitar 876 m² dengan alokasi anggaran Rp5,4 M dengan jadwal pembangunan sampai dengan Desember 2024.
Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, menyampaikan, pembangunan kesehatan merupakan perwujudan sehat sebagai hak asasi rakyat yang jadi investasi bagi pembangunan nasional. Karena itu, semua pelaku pembangunan harus memikirkan kontribusi yang positif terhadap peningkatan status kesehatan masyarakat.
Dengan dukungan penuh dari Anggota DPR RI, Andre Rosiade dan Ade Rizki Pratama, Bukittinggi mendapatkan DAK tahun 2024, yang diusulkan pada 2023. Dana tersebut, digunakan untuk membangun Puskesmas Birugo, yang lahannya telah dibeli tahun 2020 lalu, dengan dana APBD.
“Kami telah mengupayakan secara maksimal, melakukan pendekatan kepada berbagai pihak terkait, agar kita mendapatkan dukungan dana untuk pembangunan, terutama di bidang kesehatan. Dengan keterbatasan APBD Kota Bukittinggi, tahun anggaran 2024 ini, kita bisa mendapatkan alokasi sebesar Rp22 Milyar lebih yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang Kesehatan. Ini berkat dukungan Bapak Andre Rosiade dan Ade Rizki Pratama. Dengan demikian, selain pembangunan Puskesmas Birugo, kita juga melakukan rehab berat Puskesmas Guguak Panjang, melanjutkan Rehab Laboratorium Kesehatan Masyarakat dan penambahan ruang layanan Kesehatan di Puskesmas Mandiangin. Kemudian kita juga dapat melengkapi alat-alat kesehatan di Rumah Sakit dan Puskesmas, untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Bukittinggi,” ungkap Wako.
Tokoh masyarakat Birugo, Inyiak Datuak Majo Nan Sati, menyambut baik pembangunan Puskesmas Birugo. Semoga pembangunan puskesmas ini dapat berjalan lancar dan berharap agar nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Birugo nantinya.
“Marilah kita dukung pembangunan puskesmas ini agar dapat berjalan dengan lancar dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Birugo. Kami berharap agar nantinya Puskesmas Birugo ini dapat memperkerjakan dan berikan kesempatan untuk anak, kemenakan, dan cucu kita yang berkompeten dibidangnya nantinya,” ungkapnya.
Dengan dibangunnya Puskesmas Birugo, Bukittinggi akan memiliki 8 puskesmas. Puskesmas yang ada di kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh saat ini 1 Puskesmas yaitu Puskesmas Tigo Baleh yang mencakup 8 wilayah kelurahan (kelurahan Belakang Balok, Sapiran, Birugo, Aur Kuning, Pakan Labuah,Kubu Tanjung, Ladang Cakiah dan Parit Antang). Dan akan bertambah 1 puskesmas Birugo.
Kecamatan Guguk Panjang memiliki 2 Puskesmas (Puskesmas Guguk Panjang dan Puskesmas Rasimah Ahmad) mencakup 7 wilayah Kelurahan. Kecamatan Mandiangin Koto Selayan dengan 4 Puskesmas (Puskesmas Mandiangin, Puskesmas Gulai Bancah, Puskesmas Nilam Sari dan Puskesmas Plus Mandiangin) mencakup 9 Kelurahan.
(Harmen/*)
