PRSE Diberikan Pelatihan Memasak

Bukittinggi, KABA12.com — Dinas Sosial Bukittinggi, gelar pelatihan bagi Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) se kota Bukittinggi di Aula SMKN 2 Bukittinggi. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari 2-4 Juli 2018 ini, dibuka Ketua TP PKK bersama Kepala Dinas Sosial Bukittinggi.

Panitia penyelenggara, Indra Hartati, menyampaikan, pelatihan atau workshop ini diikuti 100 orang peserta yang merupakan Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) dan tercatat dalam BDT. Workshop diberikan kepada PRSE yang kesehariannya merupakan pedagang kecil dalam bidang makanan dari 22 kelurahan yang ada.

“Workshop hari ini bekerjasama dengan SMK 2, khususnya bidang boga. Dimana SMKN 2 memfasilitasi sarana prasarana untuk memasak. Peserta diberikan workshop tentang makanan yang bahannya mudah didapat, produksinya juga mudah namun memiliki nilai jual yang tinggi,” ujarnya.

Kadis sosial Bukittinggi, Ellya Makmur, menjelaskan, PRSE menjadi salah satu dari 26 penyandang masalah sosial.
Ada empat kriteria PRSE berdasarkan Kepmensos no 08 tahun 2012. Peserta merupakan PRSE yang termasuk dalam Basis Data Terpadu (BDT) kota Bukittinggi tahun 2018.

“Yang termasuk PRSE, perempuan berusia 18-59 tahun. Ditinggal pergi suami tanpa kejelasan. Merupakan tulang punggung keluarga (pencari nafkah utama di keluarga) dan memiliki pemasukan yang belum mencukupi,” jelasnya.

Sementara, Ketua TP PKK Bukittinggi, Ny. Yesi Endriani Ramlan, mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh dinas sosial, terhadap PRSE ini. Dimana dengan pelatihan yang diberikan, tentu peserta nantinya dapat membekali diri dengan materi dari para narasumber, khususnya mengenai masak memasak ini.

“Kita berharap, setelah pelatihan ini, para peserta dapat mengembangkan ilmu yang didapat. Sehingga apa yang dipelajari menjadi bekal untuk meningkatkan perekonomian dengan aktivitas perdagangan dan produksi makanan mereka.

Yesi melanjutkan, jika telah dapat meningkatkan ekonominya, tentu diharapkan kedepan para peserta pelatihan ini, tidak masuk lagi daftar Basis Data Terpadu (BDT) di Bukittinggi. “Kamipun dari TP PKK siap membantu dibidang pembinaannya. Hal ini akan diberikan oleh pokja 2 setiap kelurahan,” ulas istri Walikota ini.

Workshop bagi perempuan rawan sosial ekonomi (PRSE) ini, menghadrikan narasumber, Ketua TP PKK, dinas sosial provinsi dan tim dari SMKN 2 Bukittinggi. Selain diberikan materi, peserta juga akan langsung mempraktekkan materi tersebut didampingi oleh narasumber.

(Ophik)

0Shares