Progul SPM Kian Menghangat, H.Nofrizon Meradang, Klaim Bupati Agam Tak Paham Niat Baiknya

Lubukbasung,kaba12.-
Polemic soal Program Unggulan ( Progul ) Pokok Sawah Murah ( SPM ) yang digadang-gadang Bupati Agam H. Beni Warlis menjadi bernas untuk program ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Agam ternyata masih menggulirkan bola panas.

Setelah sebelumnya kritikan dan saran H.Nofrizon, Anggota DPRD Sumbar Dapil Agam – Bukittinggi, yang menyarankan progul yang memanfaatkan dana desa(nagari) sebesar 20 persen dari aloaksi masing-masing nagari di Kabupaten Agam itu, perlu kajian, termasuk harus mendapat rekomendasi tertulis dari BPKP dan lembaga lain, karena menggunakan dana APBN.

H.Nofrizon dari Fraksi PPP DPRD Sumbar itu, juga menyarakan ada pendampingan dari aparat penegak hukum (APH), sehingga pemanfaatan dana nagari itu betul-betul tepat sasaran dan sesuai dengan aturan yang ditetapkan pemerintah pusat.

Dan saran itu, ternyata ditindaklanjuti oleh Bupati Agam dengan mendatangi BPKP dan DJBp Sumbar, Senin, (21/4) kemarin. Walau belum ada rekomendasi tertulis, namun hal itu, direspon positif H.Nofrizon, “saya berterimakasih, masukan itu ditindaklanjuti, “sebutnya.

Namun,Selasa, (22/4), Nofrizon yang terkenal kritis justru meradang, menyusul menyebarnya dialog di media sosial youtube di salah satu kanal, yang menurutnya justru terkesan diarahkan pada dirinya karena hangat-hangatnya dikaitkan dengan masalah progul SPM yang diingatkannya itu, “saya menyarankan, mengkritisi untuk kepentingan nagari, masyarakat dan sukses optimal program itu, bukan menghalangi, “tegasnya serius.

Kepada kaba12, Nofrizon panjang lebar menyebut beberapa poin dialog yang diikuti Kepala DMPN Agam Handria Asmi, Kepala Dinas Pertanian Agam Arief Restu dan Ir.Djoni, ahli pertanian yang menggarap program SPM tersebut, justru terkesan mengarah pada pihaknya seiring dengan kritikan dan sarannya.

Dengan nada tinggi Nofrizon menegaskan, walau dalam dialog yang tersebar di media sosial itu, tidak secara spesifik mengarah padanya, namun karena yang keras memberi masukan adalah dirinya, apalagi dikait-kaitkan soal dana pokir ( pokok pikiran ), dan adanya pihak yang dirugikan dengan adanya SPM.

“Secara pribadi, saya sama sekali tidak menghalang-halangi SPM. Tidak ada niat sedikitpun. Saya hanya tidak bisa menerima, jika dengan program yang dijalankan, justru memicu dampak pada pihak lain, apalagi jika berkaitan masalah hukum, “apakah tidak berhak saya sarankan, saya kritisi, saya mewakili masyarakat Agam dan Bukittinggi. Ini tidak ada unsur politik atau unsur lain, muncur harapan saya, agar program yang dijalankan sepenuhnya betul-betul sukses, aman di semua lini. Ini kok justru diasumsikan lain, “tegasnya dengan nada tinggi melalui ponselnya.

Ditegaskan Nofrizon, pihaknya ikut memberi masukan terhadap Progul SPM itu, karena mencuat keresahan dari masyarakat, dari walinagari, yang kuatir dananya digunakan, namun regulasinya tidak jelas. Dana nagari digunakan 20 persen, dengan asumsi masing-masing nagari mengeluarkan dana Rp200 juta untuk progul itu, “jika memang Sawah Pokok Murah, kok sampai sebanyak itu. Dan kenapa mestinya dana nagari yang digunakan, “tegasnya.

Pasalnya, ulas Anggota DPRD Sumbar itu, yang bertanggungjawab dalam pengelolaan dana nagari untuk progul itu adalah Walinagari, bukan bupati, bukan Kepala DPMN dan bukan Kepala Dinas Pertanian, “pantas saja semua pada panik hal itu saya apungkan, ternyata Pemkab.Agam belum ada kajian, analisa apalagi rekomendasi pemanfaatan dana termasuk pendampingan dari APH. Untung saya ingatkan, tapi kenapa kok saya pula yang disinggung-singgung, “tegasnya.

H.Nofrizon yang mengaku sudah 15 tahun lebih bergelut dengan birokrasi pemerintahan itu, justru menyayangkan, Bupati Beni Warlis tidak mempersiapkan dengan matang progul yang akan dilaksanakan, termasuk kajian dari personil pendukungnya yang menurutnya masih dangkal dalam memahani harapan dan keinginan bupati, termasuk tidak berdiskusi atau berkomunikasi dengan pihak-pihak yang lebih piawai dalam masalah tersebut.

“Saya heran juga, Bupati Beni Warlis biasanya intens berdiskusi, bahkan dengan saya kerap berdiskusi. Bahkan, dulu beliau itu pernah mendatangi di Pondok Tahfizd saya untuk minta pendapat dan berdiskusi terkait dengan masalah hukum yang melibatkan salah seorang oknum. Kok progul yang notabene untuk kepentingan masyarakat, beliau lupa akan hal itu,banyak tokoh masyarakat Agam yang patut diajak untuk berdiskusi dan baiyo batido, “ungkapnya.

Anggota DPRD Sumbar tiga periode itu, menegaskan jika diapun siap berdialog dan berdiskusi terkait dengan saran, kritikan dan argument yang diapungkan dalam mengkiritisi Progul SPM itu. Dia memberi saran sebagai masukan, bukan untuk tujuan lain, tidak ada tujuan politik, termasuk berpotensi merugikannya selaku anggota DPRD Sumbar, apalagi jika dikait-kaitkan soal pokir.

“Bisa ditanyakan, untuk pertanian Agam saya penyumbang paling besar, 100 persen pokir saya selaku anggota DPRD Sumbar disumbangkan untuk pertanian di Kabupaten Agam, itu bisa dicek, “tegasnya serius.

Legislator Sumbar asal Baso, Kabupaten Agam, mengaku siap jika diajak berdiskusi terkait dengan argument dan masukan yang disampaikan tersebut. Karena ditegaskannya, tidak ada niat sama sekali menghalang-halangi Progul SPM, namun , pihaknya menyarankan para pemikir dan pengelola kegiatan itu, mesti berpikir logis, karena tidak semua wilayah nagari di Kabupaten Agam yang bisa dimanfaatkan untuk SPM.

“Kegamanangan walinagari, karena tidak ada jaminan dari Bupati, regulasi yang tegas tentang pemanfaatan dana nagari, panduan yang jelas, dan hal-hal spesifik lain yang berkaitan dengan penggunaan dana APBN. Wajar kalau saya kritisi, kalau memakai dana APBD, silahkan saja, itu cerita lain, “tegasnya.

Sementara, menanggapi reaksi keras H.Nofrizon terkait dengan dialog yang menyebar di media sosial itu, pihak bersangkutan baik kepala DPMN Agam Handri Asmi, maupun Arief Restu, Kadinas Pertanian Agam membenarkan adanya dialog yang digelar Senin, (21/4) kemarin.

Menyikapi reaksi H.Nofrizon, anggota DPRD Sumbar itu, Handria Asmi, Kepala DPMN Agam justru menyebutkan, dalam proses persiapan menjelang peluncuran program SPM tersebut,justru tengah meminta masukan dan dukungan dengan berbagai pihak, bahkan pihaknya merencanakan akan berdiskusi dengan anggota DPRD Sumbar tersebut,termasuk dengan seluruh anggota DPRD Sumbar Dapil Agam-Bukittinggi untuk meminta dukungan, masukan dan saran.

“Kita justru berharap, dengan dukungan seluruh pihak Progul SPM dan program unggulan bupati Agam lainnya, bisa memberi dampak optimal bagi seluruh masyarakat. Kita tengah persiapan hal itu, segera akan kita tindaklanjuti, “sebut Handria Asmi.-HARMEN.-

0Shares