Bukittinggi, KABA12.com — Kelurahan Tarok Dipo keluar sebagai juara I lomba disain pakaian muslkm menyisihkan 24 kelurahan yang mengikuti lomba produk unggulan Kota Bukittinggi tahun 2017
Kelurahan Tarok Dipo berhasil menyita perhatian dewan juri dan memenangkan perlombaan itu dalam moment puncak di gedung Triarga Bukittinggi, Minggu,(21/05).
Ketua Asosiasi Fashion Designer Bukittinggi (AFDB) Alvy Oktrisni ketua dewan juri menyebutkan, aplikasi busana muslim rancangan kelurahan Tarok Dipo berkarakter, dan memiliki nilai jual dibandingkan dengan yang lain.
“Lomba ini aplikasi fashion dan busaha muslim dengan menerapkan bordir kerancang Bukittinggi, kelurahan Tarok Dipo mampu membuat pakaian muslim dengan bahan seadanya, aplikasi bordir kerancangnya dominan, karakternya keliatan, dan memiliki daya saing dipasaran,” ungkap desaigner kenamaan Bukittinggi itu.
Alvy mengatakan, seluruh kelurahan hasil binaan Dekranas Bukittinggi telah menampakkan classternya, “kita ingin mengiring hasil produk unggulan terutama bordir kerancang ini masuk ke industri, karena saya yakin kerajinan Bukittinggi berdaya saing, bisa merebut pasar diluar sana,” sebutnya.
Sementara itu, Joe bersama tiga orang rekannya, Ningsuharti, Yulia Ningsih, dan Baniar bangga atas desain pakaian yang mereka buat menjadi Juara I dalam lomba produk unggulan Kota Bukittinggi tahun ini.
Joe mengatakan hasil desainnya terinspirasi dari remaja dan ibu-ibu Bukittinggi, dengan menonjolkan bordir kerancang.
“Alhamdulillah, hasil kerajinan kami Kelurahan Tarok Dipo juara I, meski dengan bahan seadanya dan waktu terbatas kami bisa menjadi yang terbaik, ini sangat luar biasa,” ujarnya
Ditambahkan, produk kelurahan Tarok Dipo diharapkan dapat memotivasi peningkatan perekonomian warga Bukittinggi.
Sebagai juara I, Kelurahan Tarok Dipo meraih reward uang pembinaan sebesar Rp 2.300.000, juara II Kelurahan Puhun Tembok menerima Rp 1.800.000, dan juara III diraih Kelurahan Aua Tajungkang Tangah Sawah memperoleh uang pembinaan Rp 1.300.000 sebagai reward.
(Jaswit)
