Bukittinggi, KABA12.com — Hasil Pemilu Legislatif (Pileg) 17 April 2019, menjadi bahan evaluasi bagi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bukittinggi. Pasalnya, perolehan kursi PPP untuk DPRD Bukittinggi menurun di banding Pileg 2014 lalu.
Dalam pemilu tahun ini, untuk sementara, PPP Bukittinggi diprediksi hanya memperoleh 2 kursi, sementara pada dua periode sebelumnya PPP berhasil raih 3 kursi di DPRD Bukittinggi. Dengan perolehan 2 kursi tersebut, maka Fraksi PPP yang ada di DPRD Bukittinggi gagal dipertahankan. Dengan demikian, calon legislatif (Caleg) PPP yang memperoleh 2 kursi di DPRD tidak dapat membentuk fraksi sendiri dan harus membentuk fraksi gabungan.
“Dari hasil rekapitulasi suara ditingkat kecamatan, PPP Bukittinggi diprediksi hanya memperoleh dua kursi untuk DPRD Bukittinggi. Satu Kursi diperoleh dari daerah pemilihan (Dapil) Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS), dan satu kursi dari Dapil Kecamatan Guguk Panjang,” kata Ketua DPC PPP Bukittinggi Rismaidi didampingi Sekretaris Dedi Fatria, ketika menggelar silaturahmi dengan pengurus PPP, Caleg dan tokoh masyarakat di rumah kediamannya di Tabek Gadang Aur Kuning, Minggu (28/04) malam.
Silaturahmi yang digelar Ketua DPC PPP Bukittinggi ini, disamping untuk menyambut bulan suci ramadan 1440 H, juga terkait dengan telah selesainya pelaksanaan pemilu serentak 17 April 2019, dimana hasil untuk sementara telah dapat diketahui.
Dalam kesempatan itu, Rismaidi yang juga Ketua Fraksi PPP DPRD Bukittinggi ini menyampaikan, kegagalan PPP Bukittingggi untuk kembali mempertahan satu Fraksi di DPRD Kota Bukittinggi akan dijadikan bahan evaluasi bagi seluruh pengurus, kader dan para caleg. Karena selama ini PPP Bukittinggi telah berupaya semaksimal mungkin dalam mempersiapkan kader-kadernya terbaiknya untuk bertarung dalam Pileg 2019.
Bahkan dalam Pileg tersebut ujarnya, PPP Bukittinggi telah menempatkan kader keder terbaiknya untuk masing masing Dapil yang tersebar pada tiga Dapil di Kota Bukittinggi. Meski semua caleg yang ikut dalam pileg tersebut telah berjuang semaksimal mungkin, namun perolehan suara PPP Bukittinggi hanya mampu meraih 2 kursi DPRD Bukittinggi.
Dua kursi yang diraih itu yakni, 1 kursi diraih oleh petahana Dedi Fatria dari Dapil MKS, dan 1 kursi lagi diraih oleh caleg baru atas nama Irman Bahar dari Dapil Guguk Panjang. Sementara untuk Dapil ABTB sendiri, PPP tidak mendapatkan kursi.
“Oleh karena itu kegagalan ini kita jadikan sebagai evaluasi diri untuk lebih kuat lagi kedepannya. Kita tidak ingin menyalahkan siapapun atas perolehan suara PPP dalam Pileg 2019. Karena dalam dinamika politik, tentu ada yang menang dan kalah. Meski kita kalah dalam Pileg, kita kalah dengan terhormat. Kita tidak ingin melakukan segala cara untuk memenagkan Pileg tersebut. Apapun hasil yang didapat dalam Pileg tahun ini, itulah yang terbaik,” ujar anggota dewan periode 2014-2019 ini.
Dalam kesempatan itu, Rismaidi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya masyarakat di Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB) sebagai daerah pemilihannya, karna tidak dapat untuk melanjutkan amanah dan aspirasi masyarakat ABTB di DPRD Bukittinggi untuk lima tahun kedepan.
Namun demikian, menjelang berakirnya masa jabatan dirinya di DPRD pada Agustus mendatang, ia berkomitmen dan fokus untuk menuntaskan amanah yang telah diberikan masyarakat tersebut.
“Alhamdulillah pengabdian kita selama ini di DPRD telah berjalan dengan maksimal. Cukup banyak aspirasi, saran dan masukan yang kita terima dari masyarakat untuk kita tindak lanjuti dan kita perjuangkan di DPRD,” ungkap Rismaidi.
(Ophik)
