Bukittinggi, KABA12.com — Perkumpulan Persatuan Penyandang Disabiltas Indonesia (PPDI) kota Bukittinggi, gelar rapat kerja di sekretariat PPDI, Jangkak, kecamatan MKS, Kamis (25/10). Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pengurus dan anggota serta para penasehat PPDI, H. Syahrul, SH, MBA dan Ibnu Asis.
Ria Deviana, Ketua PPDI Bukittinggi, menjelaskan, PPDI merupakan organisasi yang menjadi induk dari organisasi penyandang disabilitas lainnya. Untuk itu, butuh kerjasama dan kepercayaan penuh terhadap PPDI dalam memperjuangkan aspirasi dari para penyandang disabilitas secara keseluruhan termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
“Perlu dipahami, PPDI merupakan perpanjangan tangan dari sejumlah organisasi disabilitas lainnya. Sehingga dengan landasan itu, tentu dengan kebersamaan dan koordinasi antar seluruh organisasi disabilitas yang ada, apa yang kita perjuangkan untuk disamakan haknya dalam kehidupan sehari-hari dapat terealisasi. Selain itu, PPDI konsen menjadi organisasi untuk meningkatkan kualitas dari para penyandang disabilitas,” jelas Ria yang juga dipercaya sebagai perempuan inspiratif kota Bukittinggi.
Penasehat PPDI Bukittinggi, H. Syahrul, SH, MBA, mengungkapkan, kegiatan oleh sahabat disabilitas memang patut diperhatikan. Kebutuhan yang mereka perlukan diharapkan dapat dipenuhi oleh pemerintah dan juga bisa dilakukan dengan kebersamaan masyarakat.
“Kita harus upayakan ini secara bersama. Mari kenali disabilitas sejak dini. Mereka merupakan sahabat kita semua. Jangan dibedakan, jangan dipinggirkan dan jangan pula dimanfaatkan. Ini yang tidak kita inginkan. Mereka tentu memiliki hak yang sama dengan masyarakat biasa. Tentu ini juga patut kita perhatikan secara bersama-sama,” tegas tokoh yang akrab disapa H. Anggun itu.
Sementara itu, Ibnu Asis, yang juga penasehat PPDI, selaku anggota DPRD Bukittinggi, menjelaskan, saat ini untuk lebih memberikan perhatian kepada para penyandang disabilitas, DPRD telah menginisiasi ranperda disabilitas. Saat ini, prosesnya telah masuk pembahasan naskah akademik bersama Kemenkumham wilayah Sumbar.
“Ini murni inisiasi dari DPRD dan kita harapkan November mendatang hasil dari survey lapangan dan referensi Kemenkumham Sumbar dapat disampaikan kembali ke DPRD.
Sementara untuk organisasi PPDI tentu menjadi induk yang kita harapkan dapat mengayomi organisasi yang ada didalamnya,” ujar Ibnu.
Dalam rapat kerja PPDI itu, direncanakan akan dilaksanakan kegiatan parenting guides anak berkebutuhan khusus atau pembinaan terhadap orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus dalam rangka hari disabilitas Internasional. Kegiatan itu akan dilaksanakan pada 25 November 2018, di aula Badan Keuangan Bukittinggi.
(Ophik)
