Kaba Terkini

Pokdarwis Manggis Gantiang Konsep Pengembangan Desa Wisata

Bukittinggi, KABA12.com — Tiga kelurahan didapuk sebagai desa wisata yang ada di Bukittinggi, masih butuh pengembangan yang lebih maksimal. Hal ini menjadi landasan bagi Pokdarwis Kelurahan Manggis Gantiang, untuk lebih berinovasi dalam pengembangan desa wisata mereka.

Ketua Komisi I DPRD Bukittinggi, Shabirin Rachmat, selaku Ketua Pokdarwis Kelurahan Manggis Gantiang, menjelaskan, saat ini memang membutuhkan pengembangan dan promosi yang lebih. Banyak item item yang perlu dikembangkan untuk lebih mengenalkan desa wisata ke para wisatawan.

“Kita menyadari saat ini belum ada upaya maksimal. Tapi bukan tidak ada, karena Pemko sudah sering melakukan pembinaan terhadap pelaku wisata, khususnya yang ada di desa wisata. Namun, untuk pengembangannya di desa wisata itu sendiri, dirasa masih butuh sentuhan yang lebih,” jelasnya.

Untuk perencanaannya, warga Kelurahan Manggis Ganting, beraama kelompok sadar wisata (pokdarwis) Kelurahan Manggis Ganting, Ketua RW serta sejumlah awak media yang bersatu dalam wadah Bukittinggi Parlemen Jurnalis (BPJ), melakukan diskusi untuk pengembangan desa wisata, di kelurahan setempat, Minggu (28/02).

“Media adalah bagian dari pentahelix yang selalu bersama-sama menjalankan peran dan fungsi mengembangankan pariwisata, yang dimaksud pentahelix tersebut ada lima unsur yaitu Pemerintah, Akademisi, Industri/Bisnis, Komunitas/Asosiasi dan Media. Kelima unsur tersebut saling kait mengait dan tidak dapat berjalan sendiri, apalagi media sebagai penerus informasi yang disampaikan dari narasumber untuk diketahui publik,” ujarnya.

Dikatakan Sabirin Rachmat, di Kelurahan Manggis Ganting sudah lama dicanangkan “Desa wisata” sekarang ini bagaimana pengembangan pariwisata itu dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, tentunya hal tersebut yang akan dibahas bersama- sama dalam diskusi ini. Perlu diketahui juga, masyarakat Kelurahan Manggis Ganting mengelola bidang pertanian melalui gapoktan, peternakan itik bertelur, peternakan ikan, peternakan burung puyuh, ucapnya.

Berbicara masalah pengembangan pariwisata di Kelurahan Manggis Ganting, rekan-rekan BPJ memberikan masukan-masukan konsep wisata berbasis tradisional guna mempromosikan pariwisata di Kelurahan Manggis Ganting, yaitu membuat tempat untuk perhelatan pernikahan adat budaya Minangkabau di tempat terbuka (garden party), membuat suatu kenangan yang menarik dan berkesan untuk pengunjung wisatawan yang datang.

“Selain itu, kami menerima masukan untuk mengadakan wisata edukasi untuk pelajar, mahasiswa dan umum. Membuat program tempat istirahat pengunjung wisatawan yang unik dan menarik serta membuat kuliner berupa minuman khas teh telur (teh talua). Kunjungan wisatawan umum, bisa juga untuk kunjungan ibu-ibu majelis taklim untuk wisata religi. Membuat wisata untuk lanjut usia,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, masukan-masukan rekan-rekan BPJ tentang konsep wisata berbasis tradisional dapat dijadikan Kelurahan Manggis Ganting sebagai desa wisata bernuansa Minangkabau dengan filosofi “Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah.

“Alam takambang menjadi guru yang artinya alam membentang luas tanpa batas memberikan pengetahuan untuk dapat dipelajari, dalam diskusi ini, kata Sabirin Rachmat, merupakan diskusi yang sangat menunjang untuk dibahas nantinya bersama warga masyarakat. Saling berbagi ilmu dan pengetahuan dalam suatu majelis adalah merupakan amal ibadah dalam kehidupan,” ujarnya.

(Ophik)

To Top