Pipa Transmisi PDAM Pecah di Silasuang, Petugas Maksimalkan Perbaikan

Lubukbasung, kaba12.com — Diduga dampak hujan lebat Jumat,(24/3) kemarin, berdampak serius bagi distribusi air PDAM Agam. Hal itu dibuktikan sejak dua hari terakhir, para konsumsen air minum “”tapakiak” karena matinya saluran air ke rumah-rumah penduduk.

Kondisi ini diinformasikan merata di wilayah Lubukbasung, pasalnya yang mengalami kerusakan serius adalah pipa transmisi dari sumber air utama Silasuang, yang membuat seluruh saluran air bersih terputus.

Dipastikan, Minggu, (26/3) malam ini distribusi air bersih ke rumah-rumah penduduk akan kembali normal, pasalnya sejak pukul 14.00 WIB siang, petugas sudah merampungkan proses perbaikan dan pengolahan di instalasi pengolahan air (IPA) dan normalisasi aliran.

Kondisi itu dibenarkan Hendri Chaidir, Direktur PDAM Agam waktu dikonfirmasi kaba12, menyusul matinya distribusi air minum ke rumah-rumah penduduk, khususnya para konsumen di wilayah Lubukbasung sejak Sabtu kemarin.

Dijelaskan, dampak curah hujan tinggi berdampak pada sistim distribusi air bersih PDAM Agam, menyusul pecahnya pipa transmisi di Silasuang, yang menyebabkan terputusnya saluran air ke pipa-pipa utama yang mengalir ke berbagai titik ke wilayah pemukiman konsumen di Lubukbasung.

Disebutkan Hendri Chaidir, pihaknya bersama para personil sudah berupaya maksimal menangani dampak tersebut dan hingga pukul 14.00 WIB sudah dinyatakan selesai, terutama perbaikan, pengolahan di IPA dan normalisasi aliran.

Diakui Direktur PDAM Agam itu, untuk proses aliran ke rumah konsumen di berbagai lokasi, membutuhkan waktu yang cukup panjang, mengingat dampak kerusakan yang cukup serius, membuat petugas harus bekerja ekstra, “ kita berharap malam ini (Minggu-red), aliran air sudah kembali normal, karena pukul 18.00 WIB, kami sudah membuka valve di saluran distribusi utama, “ulasnya.

Informasi yang diperoleh kaba12, dampak pecahnya pisa transmisi Silasuang yang merupakan sumber utama air yang dipasok PDAM Agam ke rumah-rumah penduduk itu, membuat posisi seluruh pipa saluran harus nol, untuk menghindari dampak lain, termasuk harus dilakukan pengolahan di IPA yang membutuhkan waktu, “hingga malam ini, kita masih memantau perkembangan di berbagai lokasi, untuk memastikan distribusi air sudah sampai ke rumah-rumah penduduk, “ tegas Hendri Chaidir lagi.

HARMEN

0Shares