Lubukbasung, kaba12 — Piala Adipura yang baru pertama kali direbut Kota Lubukbasung tahun 2023 menjadi pembahasan hangat di banyak kalangan.
Termasuk dalam upacara bendera di MTsN 13 Lubukbasung, saat kepala BPBD Agam H.Bambang Warsito didaulat menjadi pembina upacara Senin, (27/2).
Dalam arahannya, Bambang Warsito menyebutkan, salah satu upaya mengantisipasi dampak bencana, dalam program mitigasi kebencanaan, persoalan sampah justru menjadi salah satu poin penting yang harus diatasi bersama.
Pasalnya, untuk mengantisipasi banjir, terutama di sepanjang aliran sungai di wilayah Lubukbasung, tumpukan sampah yang hanyut di bantaran sungai justru menjadi persoalan serius, “ kedepan, hal itu mesti menjadi catatan kita bersama, kita perangi sampah, otomatis kita bersama mengantisipasi datangnya banjir, “ sebut Bambang Warsito.

Kepala BPBD Agam itu bahkan berharap, para siswa dan warga sekolah MTsN 13 Lubukbasung bisa tampil beda, sebagai pejuang lingkungan, pejuang kebersihan yang peduli akan sampah, tidak hanya di lingkungan sekolah, tapi juga di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
“ Kebanggaan kita sebagai warga Kota Lubukbasung, warga Kabupaten Agam dengan prestasi Piala Adipura yang baru pertama diraih, harus ditunjukkan dengan kepedulian bersama. Mari, bersama kita jaga Lubukbasung tetap bersih, indah dan mengesankan, terhindar dari tumpukan sampah, karena masyarakatnya peduli, “ himbau Bambang Warsito lagi.

Kepala BPBD Agam itu juga menyaru pimpinan sekolah dan para siswa, untuk bersama Pemkab. Agam, khususnya bersama tim gabungan “ Agam Bersih “ untuk menyiapkan kelompok siswa peduli lingkungan, untuk mendorong kepedulian bersama di sekolah dan di tempat tinggal masing-masing, agar Piala Adipura yang diraih Kota Lubukbasung tetap dipertahankan untuk tahun-tahun berikutnya.
HARMEN
