Lubukbasung, KABA12.com — Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Huda Batukarak Lubukbasung, Kabupaten Agam menggelar lomba cerdas cermat ilmu tajwid bagi guru TPQ/TPSQ dan MDA se-Kabupaten Agam wilayah barat, Sabtu, (09/02).
Ketua Yayasan Ponpes Nurul Huda Batukarak, Zulhendri Yusuf mengatakan, lomba cerdas cermat itu diikuti oleh guru terbaik dari 27 nagari yang ada di enam kecamatan di Agam bagian barat.
Menurutnya, selama ini upaya untuk peningkatan pemahaman guru pengajar Alquran masih minim, bahkan dikatakan belum ada untuk ilmu tajwid, hanya sebatas pelatihan.
“Kita ingin meninjau ulang dan mengevaluasi proses pendidikan TPQ/TPSQ dan MDA selama ini. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini dapat mendorong taman pendidikan Quran untuk mengembangkan diri dan mengembangkan kompetensi, sehingga santri bisa lebih baik dimasa yang akan datang,” ujarnya.
Apresiasi yang tinggi diberikan Kepala Kantor Kementerian Agam (Kemenag) Kabupaten Agam, Edi Oktaviandi saat membuka lomba tersebut. Menurutnya, lomba cerdas cermat ilmu tajwid yang diadakan Ponpes Nurul Huda Batukarak ini merupakan sejarah pertama di dunia.
“Ini baru yang pertama di dunia yang saya ketahui lomba cerdas cermat ilmu tajwid. Kami sangat menyambut baik kegiatan ini, kami siap membantu mensukseskannya,” ujar Kakan Kemenag mengapresiasi.
Edi Oktaviandi menyebutkan, persoalan pendidikan adalah tanggungjawab bersama, bukan hanya pemerintah tapi juga para orangtua dan masyarakat.
“Selain pemerintah, peran orangtua dan masyarakat sangat perlu dalam rangka mendukung pendidikan. Peran inilah yang dilakukan Ponpes Nurul Huda saat ini. Jangan salahkan anak yang keliru membaca Alquran, tapi kita sebagai guru pengajarlah yang harus mengkoreksi diri, dan koreksi pemahaman ilmu tajwid,” harapnya.
(Jaswit)
