Permudah Layanan, BPJS Kesehatan Jemput Bola ke Lokasi Strategis

Agam, KABA12 — BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi kembali melakukan program jemput bola dengan membuka kanal pelayanan melalui Mobile Customer Service (MCS) di Universitas Islam Negeri Syech Muhammad Djamil Djambek (UIN SMDD) Bukittinggi. Langkah ini bertujuan, untuk memberikan kemudahan layanan kepada peserta JKN ketika pengurusan administrasi dan penyebaran informasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kamis (11/05).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi, Henny Nursanti, mengungkapkan, selain memudahkan peserta untuk mendapati layanan, MCS juga bisa menjadi alternatif bagi peserta yang terkendala jarak untuk akses pelayanan seperti di kantor cabang.

“Semua persoalan administrasi bisa kami selesaikan dipelayanan MCS ini, tanpa harus datang ke kantor cabang. Masyarakat dapat mengakses semua pelayanan mulai dari pendaftaran peserta, cek keaktifan kepesertaan, pindah faskes dan beragam pelayanan administrasi lainnya,” tutur Henny.

MCS BPJS Kesehatan akan mendatangi lokasi strategis yang jauh dari kantor BPJS Kesehatan. Pemilihan lokasi kunjungan ditentukan setelah berkoordinasi dengan pihak setempat.

“Beberapa hari yang lalu kami menerima permohonan untuk mengadakan MCS di lingkungan UIN SMDD Bukittinggi. Setelah kami lakukan koordinasi. Alhamdulillah kami sepakat untuk mengadakannya di dekat halaman Rektorat UIN SMDD Bukittinggi. Selain civitas akademika, warga sekitar tentu juga dapat melakukan pelayanan di MCS kami,” ucap Henny.

MCS yang diadakan tersebut ramai dikunjungi oleh mahasiswa dan warga sekitar. Salah seorang mahasiswi ditemui oleh Jamkesnews, Tiwi (21) peserta segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI-APBN) menyampaikan bahwa dirinya sangat terbantu dengan kedatangan MCS ke kampusnya.

“Pada MCS, saya dibantu oleh petugas untuk mengubah FKTP tempat saya terdaftar yang sebelumnya itu Puskesmas Koto Alam. Karena saya kesehariannya lebih banyak di kampus, tentu hal yang paling mudah adalah memindahkan faskes ke Klinik UIN SMDD yang lokasinya juga dekat dengan kos saya,” ucap gadis belia tersebut.

Tiwi yang berkampung halaman di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Agam mengaku bahwa pelayanan di MCS sangatlah mudah. Ia juga diberikan informasi terbaru seputar JKN yang baru saja ia ketahui.

“Tidak ada perbedaan dalam pelayanan di kantor cabang dengan pelayanan di MCS. Malah kehadiran MCS membuat saya tidak perlu lagi datang ke kantor cabang untuk pengurusan seperti ini. Saya mengucapkan terimakasih kepada BPJS Kesehatan yang telah membantu saya juga selama ini ketika berobat,” ucapnya.

Kesempatan yang sama juga dirasakan oleh salah satu warga sekitar kampus UIN SMDD. Maaruf (22) yang berdomisili di Nagari Kubang Putih ini beranggapan pelayanan MCS ini layaknya kantor cabang versi mini BPJS Kesehatan.

“Saya sudah pernah beberapa kali ke kantor BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi. Ketika itu saya untuk mengaktifkan kembali kepesertaan saya saat itu statusnya non aktif. Orang tua saya seorang PNS jadi tergabung pada segmen PPU. Jadi saya diminta untuk melengkapi surat keterangan aktif kuliah untuk mengaktifkan status kepesertaan saya,” ujar Maaruf.

Ia menyampaikan beruntung karena ada layanan MCS dari BPJS Kesehatan yang datang ke kampusnya, hingga dia tidak perlu lagi datang ke kantor BPJS Kesehatan untuk melakukan pengurusan administrasinya tersebut. Maaruf berharap agar BPJS Kesehatan selalu memberikan informasi terbaru seputar layanan kesehatan kepada seluruh peserta JKN.

“Mungkin masih banyak barangkali masyarakat kita yang kurang paham mengenai kanal layanan seperti Mobile JKN, PANDAWA, CHIKA dan Call Centre 165. Padahal hanya dengan layanan via smartphone saya merasa hampir semua masalah administrasi terselesaikan,” jelasnya.

(Ophik)

0Shares