Lubukbasung,kaba12 — Ketua DPRD Kabupaten Agam yang diwakili Joni Putra, S.Kom, MM, Dt. Bintaro Hitam,hadiri Upacara Peringatan Perang Siti Manggopoh ke-117 tahun 2025, di Lapangan Buya Hamka, Minggu (15/6).
Dalam moment bersejarah itu, bertindak selaku Inspektur Upacara Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal,dihadiri Sekretaris Daerah H.Edi Busti, unsur Pimpinan Forkopimda, Kepala OPD Pemkab Agam, Camat Lubukbasung, wali nagari se-Kecamatan Lubukbasung, tokoh masyarakat dan kalangan Ninik Mamak se-Nagari Manggopoh.
Joni Putra Dt.Bintaro Hitam yang mewakili Ketua DPRD Agam, juga sebagai tokoh ninik mamak Nagari Manggopoh, Nagari Manggopoh Kecamatan Lubukbasung, mengaku bangga akan moment peringatan ke-117 tahun peringatan Perang Manggopoh yang dirangkai dengan Perang Kamang tersebut.

Pasalnya, moment bersejarah itu, menjadi catatan penting dalam upaya untuk terus mendorong peningkatan pembangunan sekaligus membangun ruang gerak bersama dalam mengaplikasikan kemajuan daerah. Hal itu menurutnya, menjadi bagian dari harapan yang tertumpang di nurai para pahlawan bangsa yang gugur memperjuangkan kemerdekaan bangs aini dari belenggu penjajah.
Joni Putra Dt.Bintaro Hitam, yang juga ketua Fraksi Golkar DPRD Agam itu berharap, seluruh unsur yang ada di daerah ini untuk berperan lebih dalam mengisi kemerdekaan, bersama menjawab harapan dan impian para pejuang yang rela mengorbankan harta, benda bahkan nyawanya demi kemerdekaan.

“Tanggungjawab kita bersama untuk berperan lebih dalam mengisi kemerdekaan bangsa ini, khususnya dalam mewujudkan kemajuan Kabupaten Agam yang sesungguhnya, “tegasnya lagi.
Disisi lain, Joni Putra Dt.Bintaro Hitam menyebutkan rasa bangganya, karena bukti sejarah perjuangan kemerdekaan itu diperingati setiap tahun. Peringatan Perang Siti Manggopoh tidak hanya menjadi “pelecut” semangat patriotisme dalam mengenang dan menghormati jasa para pahlawan, namun juga mengembalikan kelestarian kearifan lokal salah satunya makan bajamba.

Khusus pada para generasi muda, pihaknya berharap berpesan peringatan Perang Siti Manggopoh bukan sekedar peringatan terhadap sejarah, tetapi juga fungsi sebagai sarana untuk membangun dan memperkuat identitas nasional.
Sebagai politisi Partai Golkar, Joni Putra menilai bahwa menjadi pahlawan di era modrenisasi tak lagi berarti berjuang di medan perang. Menurutnya, Tindakan positif sederhana yang berdampak bagi masyarakat adalah wujud nyata penghargaan terhadap nilai juang pahlawan.
“Pahlawan masa kini bagaimana mereka berani melawan ketidakadilan dan komitmen untuk selalu memperbaiki diri dan lingkungan,” tegasnya.

Diharapkan, peran pemuda sebagai penerus bangsa menjaga nilai perjuangan itu. Ia juga mengingatkan, agar generasi muda tidak sekedar terjebak dalam peringatan seremoni saja, melainkan bisa menerapkan semangat juang pahlawan dalam aksi nyata.
Penulis: Harmen
