Lubukbasung, kaba12 — Perantau yang baru pulang kampung dihadapkan para ” persoalan ” lain di kampung.
Dampak macetnya distribusi air PDAM Agam ke rumah konsumen di Guguak Bulaan, Nagari Lubukbasung membuat para perantau mengeluh tidak bisa menjalankan aktivitasnya.
Untuk memenuhi kebutuhan MCK, warga dan perantau setempat, terpaksa ” kembali ke masa lalu” dengan memanfaatkan aliran sungai yang berada di kawasan itu.
Seperti dikeluhkan Firdaus, perantau dari Pekanbaru, Riau asal Guguak Bulaan Lubukbasung yang mengeluhkan tidak mengalir ke rumah keluarganya.
” Setelah saya tanya, ternyata kondisi itu terjadi sudah cukup lama, ” ungkap Firdaus yang baru sampai di Lubukbasung Senin tadi malam.
Firdaus yang bertugas di Pemprov. Riau itu mengaku kecewa dengan mutu layanan PDAM Agam yang tidak merespon segera laporan dan keluhan konsumen, ” padahal air bersih adalah kebutuhan pokok, ” ungkapnya dengan nada tinggi.
Menanggapi keluhan perantau yang baru pulang kampung itu, kaba12 belum mendapatkan konfirmasi dari direktur PDAM Agam Hendri Khaidir.
Konfirmasi kaba12 via chat whatsapp belum direspon yang bersangkutan.
Namun, informasi yang diperoleh kaba12, jaringan distribusi air minum wilayah Lubukbasung sejak awal Ramadhan lalu terdampak akibat hujan lebat yang memutuskan pipa induk di yang menyeberangi sungai Batang Antokan.
Diduga, kondisi itu menyebabkan aliran air ke banyak rumah konsumen tersekat, termasuk di Guguak Bulaan tersebut.
HARMEN
