Perangkat Nagari Duo Koto Lolos Jadi Peserta Pelatihan Pemantauan Hutan di Kayu Aro Jambi

Duo Koto, KABA12 — Salah satu perangkat Nagari Duo Koto, Kabupaten Agam, Hagi Novar berhasil lolos dan terpilih menjadi peserta pelatihan pemantauan hutan yang akan dilaksanakan di Taman Nasional Kerinci Seblat, Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi.

Kegiatan ini merupakan rangkaian program Forest Guardian 2023 yang diselenggarakan oleh Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK) di Kayu Aro pada tanggal 23-27 Oktober mendatang.

Salah satu rangkaian kegiatan Forest Guardian ini adalah Pelatihan Pemantauan Hutan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kaum muda dalam menjaga hutan khususnya pada wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat.

Hagi Novar mengaku telah mengikuti berbagai tahapan seleksi yang cukup ketat dan diikuti oleh sekitar 100 peserta di seluruh Indonesia untuk mengikuti program pelatihan tersebut. Namun dari hasil seleksi, dinyatakan 40 peserta lolos dan berhak mengikuti program pelatihan pemantauan hutan.

“Alhamdulillah, saya dinyatakan lolos untuk mengikuti program pelatihan pemantauan hutan yang diselenggarakan oleh JPIK di Kayu Aro, Jambi. Ini merupakan suatu kebanggaan bagi saya karena bisa mengikuti program pelatihan kehutanan di tingkat nasional,” ujarnya, Jum’at (20/10).

Ia menyebutkan, sebelumnya dirinya juga telah mengikuti kegiatan pelatihan yang dilaksanakan oleh WRI Indonesia sebuah organisasi internasional di Pasaman.

“Sekarang diberi kesempatan lagi untuk mengikuti program Forest Guardian 2023 yang menawarkan pengetahuan dan best practice tentang hutan, sehingga nantinya dapat dimanfaatkan untuk Nagari Duo Koto,” sebutnya

Menurutnya, program ini tentunya menjadi pemacu bagi kaum muda lainnya di Kabupaten Agam untuk terus meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan skil terutama di zaman yang serba dinamis saat ini.

“Mudahan-mudahan pelatihan yang akan saya ikuti nanti bisa berguna dan berdampak bagi masyarakat dan lingkungan di Nagari Duo Koto yang juga dikelilingi oleh kawasan hutan lindung
sehingga dapat dikelola dengan maksimal dan efesien,” jelasnya

Sementara itu, Walinagari Duo Koto, H Jendrial memberi apresiasi dan mengucapkan selamat kepada perangkatnya yang lolos mengikuti program pelatihan pemantauan hutan tersebut.

Ia menyebut, pihaknya juga akan memberi ruang bagi perangkat nagari lain maupun anak nagari untuk dapat mengakses dan mengikuti program pelatihan ataupun pengembangan lainnya.

“Atas nama pribadi dan pemerintah nagari kami sangat bangga sekali. Kedepan kami akan memberi kemudahan bagi anak nagari untuk mengikuti program pelatihan lainnya yang dapat menambah wawasan pengetahuan dan pengalaman, sehingga berimplikasi pada kemajuan masyarakat dan nagari,” jelasnya.

Program Forest Guardian 2023 ini, Hagi Novar akan terlibat dalam riset dan pemantauan yang nantinya akan menghasilkan data-data dan dokumen yang berguna untuk memerangi perubahan iklim. Ia juga akan dikontrak oleh lembaga tersebut untuk mengikuti program Forest Guardian hingga tahun 2025.

Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK) adalah jaringan individu dan lembaga yang bekerja sebagai pemantau independen kehutanan di Indonesia. JPIK dibentuk tahun 2010, dan saat ini memiliki 66 anggota lembaga dan 548 anggota individu yang tersebar di 25 provinsi dari Aceh hingga Papua.

Sejak tahun 2015, JPIK memperluas kegiatan pemantauan pada isu tata kelola hutan yang lebih besar terutama permasalahan deforestasi (drivers of deforestation) di Indonesia melalui kegiatan peningkatan kapasitas (pelatihan), pemantauan, penelitian, dan kampanye, serta advokasi dan penguatan masyarakat adat/lokal.

Kegiatan- kegiatan yang dikerjakan JPIK tersebut menempatkan kaum muda atau generasi Z atau i-generation sebagai agen aktif. –

(Bryan)

0Shares