Tujuan utama hidup adalah beribadah kepada Allah SWT. Semudah itu diucapkan, namun pada praktiknya hal ini sulit dilaksanakan.
Tentu tingkat kesulitan perindividu berbeda, ada yang merasa berat menjalankan ibadah- ibadah sunnah, ada juga yang ibadah wajib pun terasa berat dilakukan.
Ada dua penyebab utama seseorang malas melakukan ibadah yaitu, pertama, Maksiat. Dosa maksiat yang dilakukan oleh diri kita akan membuat tubuh ini berat melaksanakan ibadah. Pikiran dan hati pun akan gelisah dan tidak menemukan kenikmatan ketika beribadah. Jadi sekalipun melakukan ibadah, maunya buru-buru selesai.
Sementara itu, maksiat juga bisa dilakukan oleh anggota tubuh, seperti, Mata berpotensi melakukan maksiat dengan melihat sesuatu yang diharamkan, misalnya melihat aurat wanita yang terbuka.
Selanjutnya, telinga kita, berpotensi maksiat dengan cara mendengar hal-hal yang tak diperkenankan oleh Allah. Misalnya mendengar ghibah, kata-kata makian, dan perkataan dusta. Lalu mulut kita, sering bermaksiat membicarakan keburukan orang lain, berkata jorok atau vulgar, menyakiti perasaan orang lain.
Penyebab kedua malas beribadah yaitu, Makanan haram. Makanan haram juga bisa menjadi penyumbat organ tubuh kita dalam melakukan ketaatan pada Allah. Ingat bahwa makanan yang kita konsumsi akan didistribusikan sari-sarinya melalui peredaran darah ke seluruh tubuh, ketika makanan haram sampai ke telinga, maka telinga kita ogah mendengar lantunan ayat, ketika sampai ke mata, mata kita sulit menolak memandang hal yang haram dipandang.
“Dan Kami nampakkan Jahannam pada bari itu kepada orang-orang kafir dengan jelas. Yaitu orang-orang yang matanya dalam keadaan tertutup dari memperhatikan tanda-tanda kebesaran-Ku, dan adalah mereka tidak sanggup mendengar,” (QS. 18: 100-101)
(sumber: islampos.com)
