Penjual Daging Keluhkan Minimnya Pasokan

Lubukbasung, KABA12.com — Penjual daging di pasar Inpres Padangbaru Lubukbasung keluhkan kurangnya pasokan daging untuk dijual.

 Hal itu disebabkan  semakin berkurangnya jumlah sapi ternak yang dipasarkan untuk disembelih.

Anton salah seorang penjual daging di pasar tersebut mengatakan, berkurangnya pasokan sapi untuk disembelih itu terjadi sejak diberlakukan larangan penyembelihan sapi betina produktif oleh pemerintah.

“Sekarang pembeli sepi, harga beli sapi pun mahal karena sapi sekarang susah, karena sapi betina yang produktif sekarang tidak boleh lagi dipotong,” ujar Anton yang sudah 20 tahun berprofesi sebagai penjual daging sapi itu.

Anton menyebutkan, kondisi seperti itu sudah terjadi sejak satu bulan terakhir. Sebagai antisipasi menjaga pasokan daging, dia terpaksa harus membeli daging dari rumah potong di Pariaman.

“Kalau dihitung-hitung kita lebih murah membeli daging dari Pariaman dibanding beli sapi di pasar ternak,” sebutnya.

Ia menambahkan, harga jual daging saat ini Rp 120.000/kg, “padahal harga disini sudah lebih murah dibandingkan daerah lain, tapi masih ditawar oleh pembeli,” ujarnya berkelakar.

Sementara itu, dari hasil survey pihak peternakan kabupaten Agam ke sejumlah pasar dan rumah potong,  sebelum dilakukan sosialisasi tentang larangan pemotongan sapi betina produktif, jumlah pemotongan sapi betina 70-80 persen dalam satu bulan.

“Sebelumnya RPH masih banyak menyembelih sapi betina produktif. Dari 200 ekor jumlah sapi yang dipotong selama satu bulan di RPH, 70-80 persennya merupakan sapi betina,” ujar Kabid.Keswan dan Kesmas kesehatan Veteriner Dinas Pertanian Agam, Farid Muslim.

Untuk meminimalisir hal tersebut, Farid meminta pihak rumah potong lebih selektif sebelum menyembelih.

“Setiap rumah potong harus memperhatikan kelengkapan surat hewan ternak, seperti surat keterangan asal ternak, surat keterangan kesehatan hewan, surat keterangan status reproduksi (SKSR) yang menerangkan bahwa ternak itu masih produkstif atau tidak. Apabila tidak produktif berarti  layak untuk dipotong,” jelasnya.

(Jaswit)

0Shares