Pengurus P2TP2A dan Aktivis PATBM Diminta Proaktif Lakukan Penanganan Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak

Lubukbasung, KABA12.com — Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dalduk KB P2PA) menggelar bimbingan teknis Asesmen dan Konseling Perempuan dan Anak Korban Kekerasan bagi pengurus P2TP2A Siti Manggopoh dan aktivis PATBM se-Kabupaten Agam.

Bimtek angkatan pertama yang dilaksanakan di aula utama kantor Bupati Agam di Lubukbasung, Selasa (12/11) ini diikuti sekitar 40 orang pengurus Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Siti Manggopoh Kabupaten Agam dan aktivis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Agam wilayah barat.

Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinas Dalduk KB P2PA Agam, Asnidawati dalam laporannya menyampaikan, kegiatan itu dilakukan guna meningkatkan keterampilan pengurus P2TP2A Siti Manggopoh Agam dan aktivis PATBM dalam melakukan asesmen dan konseling terhadap korban kekerasan. Serta, meningkatkan kemitraan antar lembaga dalam pengungkapan, penanganan dan melakukan pendampingan terhadap korban kasus kekerasan.

“Permasalahan yang terjadi saat ini, adanya kecenderungan peningkatan kasus, sehingga perlu dilakukan penanganan sesuai aturan yang berlaku. Serta belum maksimalnya koordinasi dan pendampingan terhadap korban. Untuk itu dilaksanakan bimtek ini guna peserta dapat melakukan asesmen awal,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua P2TP2A Siti Manggopoh Kabupaten Agam, Ny. Candra Trinda Farhan Satria menyebutkan kasus kekerasan pada perempuan dan anak secara kuantitas tiap tahun menunjukkan peningkatan dan secara kualitas menunjukkan kekerasan yang parah dan memberikan luka yang mendalam baik secara fisik maupun psikis.

Dia menjabarkan, peningkatan jumlah angka pengaduan tindak kriminal perempuan dan anak Kabupaten Agam dapat dilihat dari data yang tercatat tiga tahun terakhir. Pada tahun 2017 ada sebanyak 20 kasus kekerasan yang dilaporkan, kemudian tahun 2018 ada 18 kasus dan tahun ini dalam 10 bulan terakhir, bertambah hingga 26 kasus.

“Masalah ini tidak dapat dipungkiri akan berdampak luar biasa bagi anak baik dimasa sekarang maupun masa akan datang. Oleh sebab itu, kegiatan P2TP2A harus dilakukan lebih inklusif mulai dari kabupaten hingga ke negari di kecamatan, karena perempuan dan anak merupakan modal bagi suatu bangsa,” terang istri Wakil Bupati Agam itu dihadapan peserta bimtek yang turut dihadiri Sekretaris Dinas Dalduk KB P2PA Agam dan Kasat Reskrim Polres Agam selaku pemateri.

Kegiatan itu pun mendapat respon positif dari Asisten 1 Sekda Agam Rahman, S.IP yang membuka secara langsung bimtek tersebut. Menurutnya, kasus kekerasan yang terjadi dilatarbelakangi minimnya pendidikan dasar dan kemajuan teknologi saat ini.

“Filosofi adat telah mulai bergesar, jadi sekarang kita coba konsolidasi kembali terhadap pengurus P2TP2A dan aktivis PATBM yang ada di Agam untuk meningkatkan kepeduliannya dalam penyelesaian kasus ini. Harus lebih proaktif lagi, dari tingkat kabupaten hingga ke tingkat nagari,” harap Asisten 1 Sekda Agam.

Bimbingan teknis Asesmen dan Konseling Perempuan dan Anak Korban Kekerasan bagi pengurus P2TP2A tingkat kecamatan dan aktivis PATBM angkatan kedua nantinya akan diselenggarakan di wilayah Agam bagian timur, pada 19 November 2019.
(Jaswit)

0Shares