Lubukbasung,kaba12 — Walau melalui berdebatan dan dinyatakan tidak sah oleh ninik mamak nagari ( Ninik Mamak Nan Sapuluah ) Nagari Panampuang, Kecamatan Ampek Angkek, namun acara pengukuhan 6 ninik mamak suku Tanjung yang dipimpin Bupati Agam Beni Warlis Dt.Tan Batuah tetap berlangsung semarak, Sabtu, (26/7).
Mengutip amcnews.com, prosesi pengukuhan 6 ninik mamak pasukuan Tanjung Nagari Panampuang masing-masing Bahri Dt. Rajo Endah, Syafwan Dt.Labiah, Rahmat Akbar Dt.Gunuang, Zulfikri Dt.Rajo Endah,Irfan Srimulyadi Dt.Maliputi dan Prof.Dr. Mawardi,MSi, Dt.Rajo Bangkeh di Medan Nan Bapaneh di Pelataran Surau Kabah dan Medan Nan Balinduang Lantai II Surau Kabah, berlangsung lancar, bahkan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar Dt.Nan Sati, Ketua LKAAM Agam Edi Junaidi Dt.Gampo Alam Nan Hitam, ikut hadir .
Bahkan, dalam moment sakral itu, Ketua LKAAM Sumbar dan Ketua LKAAM Agam ikut menyarungkan keris di pinggang para ninik mamak yang dilewakan,usai pemakaian saluak sebagai wujud pengukuhan seorang ninik mamak.

Bupati Agam Beni Warlis Dt.Tan Batuah, dalam sambutannya menyebut, gelar penghulu bukan simbol kemuliaan, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada kaum dan masyarakat, tetapi juga di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa.
” Pangulu adalah tiang tumpuan bagi anak kemenakan dalam segala persoalan, mulai dari adat, ekonomi, pendidikan, hingga akhlak dan moral,” ujarnya.
Bupati mengingatkan prinsip Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah harus senantiasa menjadi landasan dalam menjalankan peran pangulu, dengan mendahulukan kepentingan anak kemenakan, nagari, dan umat.

Dalam moment tersebut, Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar Dt.Nan Sati dan Gubernur Sumbar ikut menyampaikan sambutan, yang mengingatkan akan pentingnya peran ninik mamak dalam mendorong pelestarian adat dan budaya Minangkabau, dalam berbagai aktivitas masyarakat.

Prosesi pengukuhan 6 ninik mamak kaum Suku Tanjung Nagari Panampuang, yang diawali dengan prosesi arak-arakan yang dilepas bupati Agam, dilanjutkan prosesi pengukuhan dan acara resmi yang ditutup dengan makan bersama di medan nan balinduang lantai II Surau Ka’bah yang menjadi lokasi utama acara.
(HARMEN)
