Tiku, kaba12 — BPBD Agam gelar pelatihan penguatan kompetensi Kelompok Siaga Bencana (KSB) Angkatan I Rabu, (1/11) di aula kantor walinagari Durian Kapeh Darussalam, Tanjung Mutiara. Pelatihan yang digelar sehari penuh itu menghadirkan 3 pemateri dari berbagai unsur.
Dalam pelatihan yang diikuti 50 peserta, perwakilan 5 nagari baru di kabupaten Agam wilayah Barat tersebut, tampil sebagai pemateri tim BMKG Stasiun Koto Tabang, Palupuah, Kepala BPBD Agam H. Bambang Warsito dan Harmen,Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana ( FPRB) Agam.
Dalam materi yang disampaikan, ketua FPRB Agam menyarikan beberapa poin penting terkait dengan motivasi bagi KSB Nagari untuk eksis membangun komitmen bersama dalam membantu warga yang terdampak bencana.

Disebutkan, KSB Nagari sebagai garda terdepan dalam membantu penanganan dampak bencana bersama BPBD Agam dan unsur lain, sehingga dibutuhkan dukungan dan penguatan organisasi oleh pemerintah nagari dengan sarana pendukung dan program pelatihan penguatan kompetensi.
Harmen menambahkan, para anggota KSB dan kelompok sosial lainnya, adalah orang-orang pilihan yang secara ikhlas dan sukarela mengabdikan diri membantu warga yang tertimpa musibah, “ kita tak mengharap imbalan, imbalan yang akan diterima adalah pahala dari Allah SWT karena membantu sesama, “ ujarnya.
Ketua FPRB Agam itu berharap, program pelatihan dan penguatan kompetensi KSB Nagari diikuti dengan dukungan sarana operasional dan program pelatihan lanjutan yang diharapkan didukung oleh pemerintah nagari dan kecamatan, karena hal itu penting dilakukan sejak dini.
Disisi lain, Harmen juga secara garis besar menyampaikan pentingnya masyarakat,khususnya anggota KSB mewaspadai dampak dari aktivitas sosial yang dilakukan, seiring dengan sebagai berkembangnya era digitalisasi dan keterbukaan informasi.

Dimana, seluruh anggota KSB diingatkan untuk selalu berhati-hati menggunakan jari dalam menggunakan ponsel, terutama saat akan menguploap informasi kejadian kebencanaan, “ taati azas dan norma yang berlaku. Hormati hak korban terdampak bencana dan keluarganya jika ingin menginformasikan sebuah kejadian, karena hal itu akan mengantisipasi terjadinya masalah baru yang justru berpotensi memicu dampak yang lebih besar, “ungkapnya.
Pelatihan penguatan kompetensi KSB Nagari baru itu dijadualkan akan digelar dua angkatan dan pekan depan Rabu, (8/11) akan digelar pelatihan serupa untuk cikal bakal KSB Nagari baru di wilayah Timur Kabupaten Agam.
-TAUFIQ-
