Penanganan Sampah Makin Runyam, Dukungan Warga Minim

Lubukbasung, kaba12.com — Penanganan masalah sampah di kabupaten Agam semakin runyam. Pasalnya, selain dampak minimnya dukungan sarana dan personil di lapangan, dukungan dan kepedulian banyak warga justru sangat rendaha dalam menjaga lingkungan.

Pasalnya, di mayoritas tempat, banyak warga yang seenaknya membuang sampah sembarangan, bahkan banyak aksi tak terpuji dilakukan, untuk memudahkan pekerjaan, sampah dibuang di sembarang tempat, termasuk oleh banyak oknum pedagang makanan yang membuang sampah di aliran sungai.

Seperti yang kini kini viral di media sosial facebook, aksi seorang pedagang makanan di bilangan Cubadak Lubukbasung yang terekam kamera warga yang protes akan aksi buang sampah sembarangan di sungai persis di jalan lintas propinsi jalur Lubukbasung-Maninjau.

Informasi yang diperoleh kaba12.com, aksi tak terpuji oknum pedagang itu, sudah mendapat perhatian khusus kalangan pemerintah, bahkan tim Satpol.PP Agam sudah mendatangi lokasi kedai milik pedagang yang melakukan aksi tak terpuji dan tak peduli lingkungan itu.

Menyikapi kondisi itu, Arief Restu, Kadis.DLH Agam mengaku prihatin dan kecewa, pasalnya sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan pemerintah, khususnya sebelum proses perizinan diberikan, masalah lingkungan dan sampah sudah menjadi catatan khusus yang harus ditaati para pedagang.

Disebutkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan unsur terkait di Pemkab.Agam untuk melakukan langkah-langkah penanganan lebih lanjut,termasuk memberi efek jera, karena diakuinya masalah sampah menjadi persoalan serius yang harus ditangani bersama.

Arief Restu berharap, ditengah upaya pihaknya mengatasi dan memerangi persoalan sampah, masyarakat diharapkan juga memberi dukungan dengan menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah seenaknya, apalagi ke dalam sungai seperti yang terjadi di Cubadak, Lubukbasung itu.

Informasi yang diperoleh kaba12.com, aksi buang sampah seenaknya ke dalam sungai oleh oknum pedagang itu mendapat perhatian luas masyarakat, bahkan banyak warga yang meminta Pemkab.Agam serius menangani hal itu, agar dampaknya tidak berimbas pada warga lain.

Sementara aliran sungai yang menjadi lokasi pembuangan sampah itu dikenal sebagai salah satu anak sungai yang memanjang di sepanjang ruas jalan propinsi yang selama ini kerap memicu banjir. Diduga akibat tumpukan sampah, aliran sungai itu kerap tersumbat dan memicu banjir yang memicu badan jalan sampai kearah hilir di Monggong dan Balai Salasa.

HARMEN

0Shares