Bukittinggi, KABA12.com — Walikota bersama Wakil Walikota Bukittinggi didampingi kepala dinas koperasi perindustrian dan perdagangan serta dinas terkait lain menggelar operasi pasar di Pasa Bawah, Bukittinggi, Sabtu (10/06).
Dalam operasi tersebut, pemko melakukan pengecekan harga bahan makanan yang dijual pedagang.
Dari pantauan lapangan harga beberapa bahan pokok, diantaranya cabe merah keriting, masih berkisar Rp 14.000 per kg , telur ayam beras dijual dengan harga Rp 1.200 per butir.
Daging dijual dengan harga Rp.130.000 per kg, sementara harga jengkol yang dalam beberapa minggu terakhir melonjak naik, kini mulai berangsur turun dan dijual dengan harga Rp 80.000 per kg, sedangkan beras kuruik kusuik dijual dengan harga Rp.12.500 per kg.
Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias menjelaskan, dari pantuan dua minggu jelang lebaran Idul Fitri 1438 H ini, disimpulkan bahwa harga bahan kebutuhan pokok stabil.
“Dari operasi pasar kali ini, harga bahan dapur dan kebutuhan pokok masih normal, mendekati lebaran nanti, diprediksi naik tapi masih dalam batas yang wajar karena tingkat kebutuhan semakin tinggi,” jelasnya.
Namun, lanjut Ramlan, dikhawatirkan deflasi terlalu lama dan dapat merugikan petani. Peredaran uang di masyarakat berkurang. Barang murah bukan menjamin kualitas barang dan ekonomi baik dan pembeli meningkat.
“Kita inginkan harga di pasaran ini stabil, inflasi tidak terlalu tinggi dan deflasi tidak terlalu lama. Ini yang akan kita kontrol,” tegasnya.
Disela-sela operasi pasar tersebut, pemko juga menghimbau pedagang untuk tetap menjaga kebersihan.
Selain itu, warga juga dihimbau untuk menanam cabe, seledri, bawang prai di rumah untuk mengantisipasi lonjakan harga.
(Ophik)
