Kaba Pemko Bukittinggi

Pemko dan FKS Bukittinggi Siapkan Diri Untuk Penilaian Kota Sehat 2023

Bukittinggi, KABA12.com — Memasuki pertengahan tahun 2022, Pemerintah Kota Bukittinggi gelar rapat koordinasi dengan Forum Kota Sehat (FKS) dalam rangka persiapan penilaian Kota Sehat 2023. Rapat digelar di ruang rapat Balaikota, Jumat (29/07).

Ketua FKS Bukittinggi, Ny. Fiona Erman Safar, menjelaskan, saat ini forum kota sehat, telah bekerja melakukan pembinaan di tingkat kelurahan. Kegiatan tersebut dalam rangka memberikan pemahaman kepada kader pokja kelurahan sehat.

“Pembinaan diarahkan pada bagaimana masyarakat lebih menyadari bagaimana menjalankan hidup sehat dan bersih. Dibutuhkan inovasi langsung dari masyarakat, sehingga hal itu menjadi bukti bahwa kesadaran hidup bersih dan sehat itu, lahir dari masyarakatnya. Selain itu, pokja juga diarahkan pada bagaimana kelengkapan administrasi pokja kelurahan sehat,” jelasnya.

Pada tahun 2023 ini, lanjut Fiona, Bukittinggi akan mengajukan 7 dari 9 tatanan yang ada. Tatanan kehidupan masyarakat sehat dan mandiri, permukiman dan rumah ibadah, satuan pendidikan, pariwisata, transportasi dan tertib lalu lintas jalan, perlindungan sosial, serta pencegahan dan penanganan bencana.

“Untuk itu, kita tentu butuh persiapan untuk menghadapu verifikasi lapangan penilaian kota sehat 2023. Kita berharap tahun 2023 ini Bukittinggi dapat meraih kembali Swasti Saba Wistara,” ungkap Fiona.

Sekda Bukittinggi, Martias Wanto, selaku Ketua Tim Pembina FKS, menyampaikan, apresiasi dari pemerintah kota terhadap FKS yang terus bergerak hingga tingkat kelurahan, untuk menciptakan kota yang sehat dan bersih. “Bapak Wali Kota pun turut mengapresiasi forum kota sehat ini, karena sangat membantu program pemerintah dalam rangka menciptakan kota dan masyarakat yang sehat,” ungkapnya.

Sekda menambahkan, dalam rangka persiapan verifikasi lapangan penilaian Kota Sehat 2023, tim pembina akan turun bersama FKS dalam pembinaan di tingkat kelurahan.

“Penilaian ini sebenarnya tidak terlalu menjadi orientasi. Namun lebih kepada bagaimana munculnya kesepakatan antara pemerintah dan masyarakat, untuk menjadikan lingkungan dan masyarakat yang sehat. Jangan bergerak ketika hanya akan berlomba saja. Kita bergerak bersama untuk Kota Bukittinggi yang sehat. Kita berharap inovasi itu lahir dari masyarakatnya dan akan kita dukung bersama, ”ujarnya.

(Ophik)

To Top