Bukittinggi, KABA12 — Pemerintah Kota Bukittinggi mulai siapkan rencana dokumen pencegahan AIDS, Tubelkulosis, Malaria (ATM) pada APBD 2024 Kota Bukittinggi. Upaya pertama dilaksanakan pertemuan, di Bukittinggi Command Center, Jumat (12/05).
Wali Kota Bukittinggi, melalui Kepala Dinas Kesehatan Bukittinggi, Linda Faroza, menjelaskan dalam rangka pembinaan dan sekaligus penguatan kapasitas terutama bagi perencanaan sumber daya di daerah dalam pembangunan kesehatan, khususnya pencegahan dan pengendalian AIDS, Tuberkulosis dan Malaria (ATM), maka dilaksanakan pertemuan terkait Penyusunan Perencanaan Dokumen AIDS, Tubelkulosis, Malaria (ATM) pada APBD 2024 Kota Bukittinggi.
“Kita hadirkan asosiasi dinas kesehatan provinsi dan juga berkomunikasi melalui zoom meeting dengan pusat. Jadi input dan masukan dari kedua narasumber ini, menjadi bahan bagi kita untuk proses penyusunan perencanaan pencegahan dan pengendalian ATM itu. Ini kita lakukan sebagai rencana aksi untuk antisipasi ATM ini sesuai arahanBalak Wali Kota Erman Safar,” ungkapnya.
Program Coordinator ATM Sumbar, Yasril, menjelaskan, ada 3 lokus Sumatera Barat dari 19 kabupaten kota yaitu yang pertama kota Padang kota Bukittinggi dan Kabupaten Mentawai. Untuk kelancaran pencapaian program ini, diharapkan adanya peningkatan anggaran APBD, dalam membantu perencanaan di kota supaya lebih efektif.
“Selain itu, oemganggaran di dinas lain juga dibutuhkan. Karena untuk antisipasi ATM ini, memang dibutuhkan juga atensi dari SKPD lainnya. Sehingga secara bersama sama persoalan AIDS, Tuberkulosis, Malaria dapat diselesaikan,” ujarnya.
(Harmen/*)
