Bukittinggi, KABA12 — Pemerintah Kota Bukittinggi launching modul sekolah keluarga gemilang. Salah satu program unggulan ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Bukittinggi, bersama Ketua TP PKK dan Ketua MUI Sumbar, di Gedung Tri Arga, Senin (17/11).
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, sejak 2018 Pemko Bukittinggi telah menjalankan program Sekolah Keluarga sebagai respon atas berbagai persoalan sosial. Keluarga memiliki peran penting dalam membentuk SDM berkualitas, sehingga pembangunan keluarga menjadi agenda utama pemerintah. Untuk itu, Pemko Bukittinggi meluncurkan Modul Sekolah Keluarga Gemilang sebagai Program Unggulan yang menegaskan komitmen mewujudkan Bukittinggi yang Gemilang, Berkeadilan, dan Berbudaya, serta membentuk keluarga tangguh yang melahirkan generasi cerdas, sehat dan berdaya saing.

“Dengan keberadaan program ini, diharapkan tumbuh keluarga-keluarga tangguh yang mampu mencetak generasi cerdas, sehat, berakhlak mulia dan berdaya saing. Generasi penerus inilah yang akan menentukan wajah Kota Bukittinggi di masa depan, sehingga memperkuat ketahanan keluarga berarti memperkuat pondasi pembangunan daerah,” ujarnya.
Wako juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua TP-PKK Kota Bukittinggi selaku inisiator program sekolah keluarga, Dinas P3APPKB sebagai leading sektor, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan pedoman ini. Ia berharap Sekolah Keluarga Gemilang dapat menjadi gerakan bersama dalam memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mewujudkan cita-cita Kota Bukittinggi yang Maju, Berdaya Saing, dan Gemilang.
Ketua TP PKK Bukittinggi, Ny. Yesi Endriani Ramlan, yang menjadi inisiator Sekolah Keluarga, menjelaskan, Sekolah Keluarga hadir untuk menjawab keresahan karena banyaknya persoalan mental dan sosial di Bukittinggi. Sekaligus sekolah keluarga menjadi salah satu bentuk pembangunan mental atau pembangunan non fisik yang dilaksanakan oleh pemerintah.
Sekolah Keluarga yang dijalankan lebih menitikberatkan pada mengembalikan dan mendekatkan para orang tua ke jalan yang lebih baik, berlandaskan agama, aqidah dan akhlak sesuai tuntunan Al Quran dan Hadist.
“Kita berakhlak mulia dulu baru anak kita berakhlak mulia. Jadi, pembangunan mental ini, tidak tampak secara kasat mata, tidak sama dengan pembangunan fisik, yang langsung kelihatan hasilnya. Apa yang kita usahakan dan ubah sekarang, akan kita nikmati 5, 10 dan 15 tahun lagi,” tegasnya.
Ketua TP PKK Bukittinggi, Ny. Yesi Endriani Ramlan, menambahkan, sekolah keluarga sudah dilaksanakan sejak tahun 2018 lalu. Sekolah Keluarga Gemilang ini nantinya diharapkan membawa dampak positif terhadap sistem ketahanan keluarga di Bukittinggi.
“Bagaimana perlakuan kita hari ini, itu pula yang akan diberikan anak kita nanti. Semua itu tergantung dari orang tua di rumah. Sekolah Keluarga Gemilang diharapkan dapat membimbing orang tua dalam mengawal anak dan generasi muda kita menjadi generasi emas di tahun 2045. Ditangan kita saat ini lah, kualitas anak akan ditentukan,” ujarnya.
Plt Kepala Dinas P3APPKB Kota Bukittinggi, Robby Novaldi, menjelaskan, Sekolah Keluarga Gemilang merupakan pengembangan dari program Sekolah Keluarga yang diinisiasi TP PKK Kota Bukittinggi sejak 2018 sebagai wadah edukasi bagi keluarga. Tahun ini dilakukan peluncuran dan sosialisasi Modul Sekolah Keluarga Gemilang 2025 yang disusun bersama akademisi, praktisi, tokoh agama dan tokoh adat melalui beberapa Forum Group Discussion (FGD). Sekolah keluarga gemilang ini diikuti 72 peserta dari 24 kelurahan se Kota Bukittinggi.
“Dengan mengusung tema Wujudkan Keluarga Tangguh dan Berdaya, Demi Generasi Penerus Nan Gemilang, kami berharap kegiatan ini menjadi inspirasi bagi keluarga di Bukittinggi untuk terus memperkuat ketahanan dan kesejahteraan keluarga,” jelasnya.

Robby menambahkan, pada pembukaan Sekolah Keluarga Gemilang hari ini digelar kuliah umum yang diikuti oleh 72 peserta dari seluruh kelurahan se-Kota Bukittinggi. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ketua TP-PKK Kota Bukittinggi, Yesi Ramlan Nurmatias, serta Ketua MUI Sumatra Barat, Buya Gusrizal.
(Ophik)