Bukittinggi, KABA12 — Pemerintah Kota Bukittinggi gelar tabligh akbar sambut 1 Muharram 1448 H. Kegiatan ini diikuti seluruh ASN dan perwakilan pelajar se Kota Bukittinggi, di Masjid Jami’ Tigo Baleh, Rabu (17/06).
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnus Asis, menjelaskan, Tabligh Akbar ini diselenggarakan Pemerintah Kota Bukittinggi dalam rangka menyambut tahun baru Hijriyah dan sekaligus memeriahkan peringatan 100 Tahun Jam Gadang.
“Momentum peringatan pergantian tahun Islam tahun ini terasa lebih istimewa, karena bertepatan dengan 100 Tahun Jam Gadang. Untuk itu, kami berpesan mari bersama sama untuk menyiapkan generasi gemilang yang paham dengan Adat Basandi Syara’ Syara’ Basandi Kitabullah,” ungkapnya.
Penceramah Ustadz Alber Nasir, dalam tausiyahnya, menyampaikan, Bukittinggi memiliki falsafah, Adat Basandi Syara’ Syara’ Basandi Kitabullah. Peringatan pergantian tahun baru Hijriyah ini, tentu menjadi salah satu bukti dari implementasi ABS-SBK itu.
Selanjutnya, ada 3 kesadaran yang harus dipahami umat Islam dalam menyambut tahun baru Hijriyah.
“Kesadaran pertama yakninya, kesadaran waktu. Dimana ada lapisan waktu sejarah, waktu masyarakat dan waktu individu. Untuk itu, manfaatkan waktu dengan perbanyak ibadah, tingkatkan keimanan, agar tidak menjadi manusia yang merugi,” ungkapnya.
Kedua, lanjut Alber Nasir, kesadaran sejarah. Jauh sebelum zaman Nabi Muhammad SAW, tanggal dan tahun Hijriyah atau belum ada, namun, penamaan bulan Islam sudah ada. Untuk itu, para khalifah sepakat, untuk menentukan tanggal dan tahun hijriyah, mulai dan dihitung mundur dari Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekkah ke Madinah,x pada tahun 622 Masehi.
“Sejarah Islam dan para Nabi, tentu menjadi hal penting dalam mengetahui peradaban dan memperkuat iman kita dalam menjalani kehidupan,” ungkapnya.
Ketiga, kesadaran ilahiyah. Peristiwa Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW, memiliki makna mendalam. Peristiwa hijrah diawali dengan Isra’ Mi’raj itu. Maknanya, setiap proses perubahan kepada kebaikan, akan ada tantangan berat.
“Kesadaran Ilahiyah inilah yang patut kita sadari. Jika ada sesuatu yang akan dikerjakan, dahuluilah dengan ibadah shalat. Seluruh yang kita alami dalam hidup, yakinlah disitu ada kehendak Allah. Apa hasil yang akan kita dapat, sesuai dengan respon kita terhadap peristiwa dan perintah dari Allah. Itulah pelajaran dari Hijrah,” pesannya.
Kepala Kantor Kementrian Agama Bukittinggi, Irwan, menyampaikan, kegiatan ini tentu memberikan dampak positif bagi masyarakat Bukittinggi. Ini merupakan kesempatan untuk evaluasi diri.
“Perlu adanya kesadaran kita ke arah yang lebih baik, sebagai bentuk hijrah yang positif bagi diri kita. Jika hari ini sama dengan hari kemarin, berarti itu termasuk yang merugi. Jika hari ini lebih jelek dari hari kemarin, berarti termasuk golongan yang celaka. Tapi jika hari ini lebih baik dari hari kemarin, itulah orang yang beruntung,” ungkapnya.(Ophik)