Tiku, kaba12 — Pemerintah Kabupaten Agam ungkap duka mendalam menyusul tragedi tenggelemnya 16 pelajar asal Kecamatan Matur di Ujuang Tanjung, Pantai Pasie Tiku, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara , Sabtu, (12/4) sore kemarin.
Dari 16 pejalar yang tenggelam, 13 orang diantaranya berhasil selamat, 1 orang meninggal dunia akibat terseret ombak dan 2 orang masih dinyatakan hilanag dalam proses pencariaan.

Ungkapa duka Pemkab.Agam itu disampaikan Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal dan Sekab.Agam H.Edi Busti yang mendatangi korban tenggelam yang masih mendapat perawatan intensif di puskesmas Tiku, Sabtu tadi malam.
Wakil Bupati Agam M.Iqbal seperti dilansir amcnews.com, menyatakan duka mendalam atas musibah yang terjadi, dan pihaknya akan berupaya maksimal melakukan berbagai upaya bersama tim SAR Gabungan untuk melakukan pencarian terhadap 2 pelajar yang masih belum ditemukan tersebut.

Sementara H.Edi Busti, selaku Kepala BPBD Agam langsung memimpin operasi lapangan untuk proses pencarian terhadap 2 korban yang masih hilang akibat terseret ombak di kawasan Pantai Tiku tersebut, bahkan, pihaknya sudah mengintruksikan seluruh unsur terkait di Pemkab.Agam bekerjasama dengan tim SAR, Pol Air Polres Agam, unsur TNI dan seluruh elemen pencarian lain untuk memaksimalkan proses pencarian Minggu, (13/4) pagi.
“Kami sangat berduka akan musibah yang terjadi. Kita bersama seluruh unsur yang ada , berupaya maksimal melakukan pencarian terhadap dua korban yang masih hilang. Mohon dukungan dan doanya, semoga anak-anak kita yang masih hilang, bisa segera ditemukan, “ungkap H.Edi Busti.

Sementara informasi yang diperoleh kaba12 di lapangan, proses pencarian terhadap dua korban hilang dilanjutkan Minggu pagi ini, dengan menyisir kawasan pantai Tiku, khususnya di kawasan Ujuang Tanjung yang mencari lokasi para korban hangut terseret ombak Sabtu sore kemarin.
(HARMEN)
