Pemkab.Agam Fokus Tangani Danau Maninjau, Regulasi Penanganan Dibahas Khusus

Belakang Balok, kaba12.com — Pemkab.Agam fokus tangani masalah danau Maninjau yang kondisinya semakin parah, menyusul semakin tingginya tingkat pencemaran yang menenggelamkan potensi luar biasa yang dimiliki kabupaten Agam itu.

Bahkan, bukti keseriusan Pemkab.Agam, dalam sebulan terakhir, 3 menteri sengaja datang ke danau Maninjau untuk memantau langsung kondisi terkini di danau Maninjau, membahas langkah-langkah yang akan dilaksanakan.

Seperti halnya Senin,(10/5) lalu,Deputi Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kemenko Kemarves RI, bersama tim Pemkab.Agam gelar pembahasan khusus terkait penanganan dan pengelolaan Danau Maninjau, di Mess Pemkab Agam Belakang Balok, Bukittinggi.

Mengutip amcnews.com, Sekretaris Deputi Parekraf, Rustam Efendi menyebut rapat khsusu yang digelar, merupakan tindak lanjut surat Pemkab Agam kepada Kemenko Kemarves, terkait penanganan dan pengelolaan Danau Maninjau yang kondisinya kini semakin memprihatinkan karena tercemar berat.

Disebutkan, sesuai hasil penelitian, penyebab pencemaran danau Maninjau iut, didominasi bekas pakan ikan keramba jaring apung (KJA) yang mengendap di dasar danau, yang kerap menguap dan menjadi ancaman besar.

“ Kami melakukan kajian untuk mencari solusi konprehensif dalam penanganan danau Maninjau itu, “sebut Rustam Effendi.

Rombongan Deputi Parekraf dari unsur Kementerian PUPR, Kementerian LHK, BPDAS Agam Kuantan dan beberapa OPD di Pemrpov Sumbar ini, juga melihat secara langsung kondisi Danau Maninjau.

Diakui Rustam Efendi, Danau Maninjau memang dalam kondisi tercemar, airnya terlihat kotor dan berbau, bahkan danau juga tidak bisa dijadikan sebagai lokasi wahana air untuk wisatawan.

Sementara itu, Bupati Agam menyebutkan, sejak dua bulan terakhir sudah dua Menteri yang mengunjungi Danau Maninjau. Sebelumnya dikunjungi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Menteri Parekraf. ” Kemenko Marves meninjau ke lapangan. Kita berharap, masalah pencemaran danau Maninjau bisa segera diatasi,” harapnya.

HARMEN

0Shares