Kaba Pemko Bukittinggi
Pemilihan Duta GenRe Bukittinggi 2026, Wako Ramlan : Remaja Jangan Terjebak Perilaku Menyimpang
Bukittinggi, KABA12 — Pemerintah Kota Bukittinggi, melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) bekerjasama dengan Forum GenRe Bukittinggi, gelar puncak apresiasi pemilihan Duta GenRe Bukittinggi 2026. Kegiatan ini berlangsung di Balairung rumah dinas wali kota, Kamis (16/07).
Kepala DP3APPKB, Susi Yanti, menjelaskan, pemilihan Duta GenRe, bertujuan untuk membentuk remaja yang mampu menjadi role model, motivator, edukator dan konselor sebaya dalam menyosialisasikan program Generasi Berencana (GenRe) kepada remaja di Kota Bukittinggi. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman remaja mengenai pentingnya merencanakan pendidikan, merencanakan karier, merencanakan kehidupan berkeluarga, menghindari pernikahan usia anak, menjauhi penyalahgunaan narkoba, menghindari seks bebas, serta membangun karakter remaja yang sehat, berprestasi dan berdaya saing.
“Pemilihan Duta GenRe tahun 2026 ini, diikuti oleh 64 peserta yang mendaftar secara online. Dari jumlah itu, terdapat 50 yang mengembalikan berkas dan berhak ikut seleksi administrasi, pada 23 Februari sampai dengan 2 Maret 2026 dan 50 peserta itu dinyatakan memenuhi syarat. Tes tertulis pada 7 Maret 2026, menghasilkan 41 peserta yang lolos ke tahap berikutnya. Psikotes dan wawancara pada 14 Maret 2026, menetapkan 20 Finalis Duta GenRe Kota Bukittinggi Tahun 2026. Setelah mendapatkan pembekalan yang difasilitasi oleh Forum GenRe Indonesia, hari ini, kita laksanakan Grand Final Pemilihan Duta GenRe Tingkat Kota Bukittinggi Tahun 2026,” jelasnya.
Bunda GenRe Bukittinggi, Ny. Yesi Ramlan Nurmatias, menyampaikan, tema “The Echo of Youth Rings Across the Sky” yang diusung, penuh makna yang mendalam. Gema merupakan suara yang terus bergulir menjangkau tempat yag jauh. Begitu juga dengan semangat anak muda. Ketika energi positif kreativitas dan kepedulian para pemuda dipadukan dengan nilai moral, agama dan budaya, maka gema itu akan jadi kekuatan besar yang mampu membawa perubahan.
“Kami berharap, gema yang dmaksud bukan suara sesaat, tapi jejak karya yang terus dikenang. Gema yang dapat mengajak remaja untuk berpartisipasi menjauhi perilako berisiko, menghormati orang tua, mencintai budaya menjaga persatuan kesatuan memiliki keberanian untuk bermimpi besar,” ungkapnya.
Ny. Yesi mengatakan, Duta GenRe yang dipilih merupakan sosok yang memiliki empati, kepedulian, integritas, kemampuan bekerja sama, semangat melayani, serta kesediaan menjadi teladan bagi remaja Kota Bukittinggi. Duta genre harus dapat memikul amanah dan menjadi duta yang hadir di tengah masyarakat aktif dalam kegiatan sosial dekat dengan remaja dan terus belajar mengembangkan kapasitas diri.
“Kita juga harus memberikan mereka para remaja, ruang untuk tumbuh, berkarya dan kepercayaan untuk memimpin. Ketika sudah memimpin mereka akan menghadirkan inovasi, perubahan dan inovasi yang tentunya dengan bimbingan. Sehingga mereka dapat membawa Bukittinggi menuju masa depan yang ssmain gemilang,” harapnya.
Sekretaris BKKBN Sumbar, Dedy Agustanto, menyampaikan aprwdiasi pada Pemko Bukuttinggi yang komit dalam program pembangunan keluarga, dianataranya Duta GenRe Dan juga Sekoalh Keluarga. Duta GenRe diharapkan menjadi teladan bagi remaja lainnya, untuk tetap bagaimana memerangi menikah di usia dini atau usia anak, perilaku seks menyimpang atau LGBT, serta napza.
Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengapresiasi kegiatan pemilihan Duta GenRe Bukittinggi 2026. Event ini dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan, mengembangkan sikap dan perilaku yang positif serta berintegritas dalam pengembangan diri generasi muda kita agar menjadi generasi yang berkarakter, di kalangan sekolah maupun masyarakat. Sehingga mereka mampu mempromosikan dan mensosialisasikan Program Generasi Berencana.
“Remaja mengerti kesehatan reproduksi, mampu merencanakan masa depan yang lebih baik, mampu menjauhi pernikahan dini, perilaku seks bebas dan seks menyimpang, narkoba dan HIV AIDS. Mereka harus bisa menjauhi hal negatif itu dan sekaligus menjadi duta untuk mengajak remaja Bukittinggi untuk menjauhi hal hal negatif yang dapat merusak masa depan bangsa itu,” ujarnya.
Permasalahan remaja, lanjut Wako, merupakan permasalahan yang sangat kompleks, mulai dari jumlahnya yang cukup besar hingga permasalahan TRIAD KRR (Seks bebas, Narkoba dan HIV/AIDS), LGBT, yang sekarang sangat marak berkembang.
“Kita tidak akan membiarkan mereka jadi korban dan kita tidak akan membiarkan ada yang membuka ruang untuk berbuat maksiat di Kota Bukittinggi ini,” tegasnya.
Wako juga berpesan, agar generasi muda Bukittinggi lebih mengenal sejarah dan budaya. Duta GenRe juga harus jadi pelopor remaja yang merasakan sejarah dan budaya, apalagi Bukittinggi merupakan kota penuh sejarah dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
(Ophik)